22 Warga Teken Pernyataan: Tak Ada Pencemaran di Lebakwangi

Metropolitanin8.com – Tangerang – Isu dugaan pencemaran lingkungan oleh pabrik PT Trimitra Sumber Agung di wilayah Desa Lebakwangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, sempat menjadi perbincangan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan dampak negatif terhadap lingkungan dan aktivitas warga.

Namun, klarifikasi berbeda disampaikan oleh warga setempat. Sebanyak 22 warga Kampung Bayur RT 04 RW 04, Desa Lebakwangi, secara terbuka menyatakan bahwa tidak terdapat indikasi pencemaran lingkungan yang bersumber dari operasional pabrik tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam bentuk dokumen tertulis yang dilengkapi tanda tangan warga sejak Sabtu 04 April 2026.

Perwakilan warga menjelaskan bahwa hingga saat ini kondisi lingkungan, baik kualitas udara maupun air, masih dalam keadaan normal dan tidak mengalami perubahan signifikan.

“Kami yang tinggal di sekitar pabrik tidak merasakan adanya dampak negatif seperti yang ramai diberitakan di media sosial,” ujar salah satu warga ke awak media, Selasa (14/04/2026).

Menurutnya, aktivitas masyarakat sehari-hari juga berjalan seperti biasa tanpa adanya gangguan yang berarti.

“Kalau memang ada pencemaran, tentu kami yang pertama merasakan. Tapi sampai sekarang tidak ada perubahan yang mengganggu,” tambahnya.

Klarifikasi ini menjadi bagian penting dalam memberikan informasi yang berimbang di tengah maraknya kabar yang belum tentu terverifikasi kebenarannya. Warga pun mengimbau masyarakat luas untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan pengecekan fakta.

“Kami berharap masyarakat tidak langsung menyimpulkan tanpa melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” ujar warga lainnya.

Selain itu, warga menyatakan tetap terbuka terhadap pengawasan dari pihak berwenang. Mereka mendukung adanya pemeriksaan atau uji lingkungan secara berkala guna memastikan operasional industri tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami tidak keberatan jika ada pengecekan dari pemerintah atau dinas terkait, justru itu bagus untuk memastikan semuanya transparan,” ungkap perwakilan warga.

Sementara itu, pengamat lingkungan lokal (nama dapat dikonfirmasi/red) menilai bahwa setiap dugaan pencemaran memang perlu diuji secara ilmiah agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

“Isu lingkungan harus disikapi dengan data dan uji laboratorium, bukan hanya asumsi. Pemeriksaan berkala sangat penting untuk memastikan kondisi sebenarnya,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga transparansi serta meningkatkan kepercayaan publik, khususnya terkait keberadaan industri di tengah lingkungan permukiman.

Isu pencemaran lingkungan sendiri merupakan hal yang sensitif dan menjadi perhatian di berbagai daerah. Oleh karena itu, komunikasi yang baik antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah kesalahpahaman.

Dengan adanya klarifikasi dari warga Lebakwangi ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh terkait kondisi di lapangan. Informasi yang akurat dan berimbang menjadi dasar penting dalam menjaga kondusivitas serta menghindari kesimpangsiuran yang dapat merugikan berbagai pihak.

Ke depan, warga berharap situasi yang kondusif tetap terjaga serta tidak ada lagi penyebaran informasi yang menyesatkan tanpa dasar yang jelas. Mereka juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan keharmonisan di wilayah Lebakwangi. (Red & Tim)