Metropolitain8.com – Jakarta – Dunia tinju profesional Indonesia kembali mendapat suntikan semangat dari salah satu tokoh dan legenda hidupnya.
Tokoh tinju profesional Indonesia yang juga merupakan salah satu pendiri Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) dan pernah menjadi penantang petinju legendaris Indonesia Syamsul Anwar Harahap di era tahun 70-an, *H. Marasal Hutabarat*, memberikan apresiasi khusus dan tinggi kepada FTPI di bawah kepemimpinan saat ini.
Apresiasi tersebut diberikan H. Marasal Hutabarat kepada FTPI yang dipimpin oleh *Ibu Neneng A. Tuty, SH* sebagai Ketua Umum dan *Yance Rahayaan, http://S.Sos* sebagai Sekjen / Pimpinan Pelaksana yang dinilai sangat aktif dan progresif.
*FTPI AKTIF GELAR EVENT DAN RANGKUL SEMUA PIHAK*
Menurut H. Marasal Hutabarat, kepengurusan FTPI saat ini sangat luar biasa karena tidak hanya diam menunggu, tetapi aktif langsung menyelenggarakan event pertandingan tinju profesional dengan bekerja sama dengan semua pihak.
Baik dengan Pemerintah, TNI, Polri, serta merangkul semua pihak dengan berbagai suku dan latar belakang untuk bergabung di dalam kepengurusan FTPI. Hal ini menurutnya adalah cerminan jiwa besar organisasi olahraga.
“Saya sudah lama mengenal Ibu Neneng A. Tuty dan Yance Rahayaan dan tahu kedua pribadi ini dalam organisasi olahraga keras ini selalu merangkul semua pihak. Sekalipun dalam organisasi setiap perbedaan pendapat dan like and dislike selalu ada,” ujar H. Marasal Hutabarat dengan penuh semangat dari atas kursi rodanya.
“Baik Neneng maupun Yance selalu menunjukkan jiwa merangkul dan bukan pendendam sesuai jiwa kesatria olahraga,” tegas legenda tinju Indonesia tersebut.
*KUNCI PRESTASI: PIMPINAN BERJIWA MERANGKUL*
Lebih jauh, H. Marasal Hutabarat yang telah malang melintang di dunia tinju profesional Indonesia selama puluhan tahun ini menilai, untuk membangun prestasi olahraga diperlukan kebersamaan.
Dan kebersamaan itu hanya bisa terwujud jika pucuk pimpinan memiliki jiwa merangkul tanpa memandang musuh dan teman. Inilah yang ia lihat ada pada sosok Neneng A. Tuty dan Yance Rahayaan.
“Menurut saya, membangun prestasi olahraga perlu kebersamaan dan dibutuhkan pucuk pimpinan yang berjiwa merangkul tanpa memandang musuh dan teman. Ini adalah kunci kebersamaan dan kerjasamanya untuk membangun prestasi anak bangsa menjadi juara,” jelasnya.
*STRATEGI JEMPUT BOLA FTPI DINILAI SANGAT TEPAT*
Selain jiwa merangkul, H. Marasal Hutabarat juga memberikan pujian khusus terhadap pola strategi dan pembinaan yang dilakukan FTPI di bawah kepemimpinan Neneng A. Tuty dan Yance Rahayaan.
Menurut Hutabarat, pola “jemput bola dan bukan menunggu bola” yang diterapkan FTPI adalah hal yang sangat tepat dan revolusioner bagi kemajuan tinju profesional Indonesia.
Artinya, Badan Tinju Profesional bukan hanya sekedar sebagai badan pengawas saat ada pertandingan saja, yang menunggu promotor datang baru mengawasi pertandingan dan menunggu kapan bola datang.
“Tetapi pola dan strategi dengan langsung menjemput bola, menjalankan tugas dan fungsi organisasi sebagai badan pembina, pengawas dan pengendali pertandingan yang dilakukan oleh FTPI di bawah kepemimpinan Neneng A. Tuty SH dan Yance Rahayaan ini sangat tepat dan perlu didukung oleh seluruh stakeholder dan pelaku tinju profesional di Tanah Air,” pungkas H. Marasal Hutabarat.
Dengan adanya apresiasi dari tokoh senior dan pendiri FTPI seperti H. Marasal Hutabarat, diharapkan FTPI di bawah kepemimpinan Neneng A. Tuty, SH dan Yance Rahayaan, http://S.Sos semakin solid, semakin dicintai pelaku tinju, dan mampu melahirkan juara-juara dunia baru dari Indonesia.
Tim

