Metropolitanin8.com – Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas. Langkah ini diwujudkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar pada Selasa (22/07/2025) di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, dalam arahannya menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar urusan statistik, tetapi menyangkut masa depan generasi bangsa.
Baca juga: Pasar Induk Gempar! Oknum TNI Diduga Rebut Istri Pedagang
“Ini bukan hanya soal angka. Ini soal masa depan generasi kita. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Penurunan stunting hanya bisa berhasil jika seluruh elemen bergerak bersama, dari tingkat kota hingga kelurahan,” tegasnya.
Rakor diikuti lebih dari 260 peserta dari unsur perangkat daerah, camat, lurah, Puskesmas, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkot dalam menangani lebih dari 30.000 keluarga yang masuk kategori berisiko stunting di Kota Tangerang.
Berdasarkan data tahun 2024, dari 292.095 keluarga sasaran, sebanyak 30.980 keluarga (10,6%) tergolong berisiko stunting. Karena itu, Sekda menekankan pentingnya validitas data sebagai dasar pengambilan keputusan yang efektif dan tepat sasaran.
“Semua harus dimulai dari data yang akurat. Tapi tidak cukup berhenti di situ, harus dilanjutkan dengan aksi. Kita tidak boleh pasif,” ujarnya.
Herman juga menyoroti pentingnya peran aktif para camat, PLKB, kader kesehatan, dan tim pendamping keluarga dalam pelaksanaan program di tingkat lapangan.
Baca juga: KJK Tangerang Raya Matangkan Persiapan Camping Jurnalis (CAMLIS) 2025
“Saya minta camat jangan hanya duduk di balik meja. Turun langsung. Lihat kondisi keluarga-keluarga berisiko. Dampingi mereka. Kita butuh pendekatan yang lebih humanis, komunikatif, dan aktif di lapangan,” tambahnya.
Upaya percepatan juga didukung dengan kolaborasi lintas sektor, termasuk Baznas, dunia usaha, dan masyarakat sipil. Beberapa program yang telah berjalan di antaranya:
Distribusi bantuan sembako bekerja sama dengan Baznas
Pemberian makanan sehat bagi balita stunting oleh Dinas Ketahanan Pangan
Penguatan pos gizi di tingkat kelurahan
Program CSR seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Satu Telur Satu Minggu (Sate Sami)
Sekda menutup arahannya dengan penegasan bahwa Rakor ini bukan hanya seremoni, tetapi harus menghasilkan langkah nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Upaya percepatan ini bukan kerja seremonial. Rakor ini adalah ruang konsolidasi strategi. Hasil rapat harus menjelma menjadi aksi nyata di lapangan,” pungkasnya.
(Redaksi Metropolitanin8)









