SPM Award 2025 Diraih, Kota Tangerang Jadi Lokasi Studi Lapangan PKA Polri

Metropolitanin8.com – Kota Tangerang – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam inovasi pelayanan publik dan konsistensi kinerja birokrasi kembali mendapat pengakuan nasional. Kota Tangerang resmi ditetapkan sebagai salah satu lokus Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Kegiatan pembukaan studi lapangan berlangsung pada Selasa (22/07/2025) di Ruang Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, dan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, H. Herman Suwarman.

Sebanyak 40 peserta pelatihan yang berasal dari berbagai Polda di Indonesia hadir untuk menggali praktik terbaik dalam tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berbasis bukti (evidence-based governance).

“Kami menyambut kehadiran para peserta bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai mitra belajar. Pelayanan publik yang berkualitas lahir dari semangat untuk terus belajar, termasuk dari perspektif luar,” ujar Sekda Herman dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa keterbukaan terhadap evaluasi dan masukan merupakan elemen penting dalam membangun birokrasi yang adaptif dan responsif terhadap perubahan.

Salah satu capaian Pemkot Tangerang yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah raihan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Award 2025 dari Kementerian Dalam Negeri, yang menetapkan Kota Tangerang sebagai kota dengan kinerja pelayanan terbaik secara nasional.

“Penghargaan bukan sekadar plakat di dinding. Ia adalah pengingat bahwa ekspektasi masyarakat terus meningkat. Dan kehadiran rekan-rekan peserta hari ini justru menjadi penyemangat kami untuk terus berbenah,” tambah Herman.

Sekda juga memaparkan sejumlah inovasi pelayanan publik yang telah dikembangkan Pemkot Tangerang, antara lain:

Digitalisasi layanan kependudukan melalui aplikasi Sobat Dukcapil

Layanan drive-thru dokumen kependudukan

13 program layanan kesehatan gratis yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat

Banyak inovasi tersebut kini menjadi rujukan nasional dan telah direplikasi oleh pemerintah daerah lain di Indonesia.

“Semua inovasi itu lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Prinsip kami jelas: solusi terbaik adalah yang berbasis data, berpihak pada rakyat, dan bisa diimplementasikan dengan sumber daya yang tersedia,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Herman berharap kegiatan studi lapangan ini tidak menjadi sekadar formalitas, melainkan forum tukar pengalaman yang memperkuat sinergi antarlembaga dan memperkaya arah reformasi birokrasi nasional.

“Kami ingin kegiatan ini menghasilkan pemikiran-pemikiran segar yang memperkuat arah reformasi birokrasi dan membangun jembatan kolaborasi antarlembaga yang lebih kokoh,” tutup Herman.

Sementara itu, Ketua Lemdiklat Polri, Kombes Pol Ruli Agus Pramono, menjelaskan bahwa studi lapangan ini dirancang untuk memberikan pengalaman empirik kepada peserta pelatihan dalam memahami tantangan riil di sektor pelayanan publik.

“Melalui pengamatan langsung, peserta dapat merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih relevan dan solutif karena memahami konteks serta kompleksitas tantangan di lapangan,” ujar Ruli.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dijadwalkan melakukan kunjungan dan diskusi langsung dengan sejumlah perangkat daerah Kota Tangerang, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, untuk menggali strategi manajemen kinerja organisasi dan inovasi kebijakan di tingkat lokal.

(Redaksi Metropolitanin8)