Warga Rantau Harapan Gelar Aksi Damai Di Pinggir Sungai Musi, Desak KSOP Tindak Kapal Ponton

BANYUASIN — Puluhan warga yang didominasi para emak-emak menggelar aksi damai di pinggir Sungai Musi, Ilin Pemdes Desa Rantau Harapan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Selasa 29/07/2026

 

Mereka mendesak KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) segera mengambil tindakan tegas terhadap operasional kapal ponton yang dinilai memaksa melintas dan menyebabkan tebing sungai runtuh.

 

Pantauan dilapangan, tebing sungai yang terdampak oleh kapal Ponton tersebut sekitar 2 hektar, malah diketahui sebagian lahan yang terdampak merupakan lahan milik warga.

 

Perwakilan warga, Edi mengatakan insiden ini terjadi karena kapal ponton tetap dipaksa lewat saat kondisi air sedang surut atau tidak memungkinkan untuk lewat. Akibatnya kapal kandas dan tebing di pinggir sungai longsor.

 

“Kapal itu kandas karena air lagi surut. Seharusnya tunggu dulu sampai air pasang. Sudah 8 bulan belum ada tindakan jelas dari KSOP. Saya minta alur pelayaran dan peta di Musi, ini sungai,” ujar Edi.

 

Menurut Edi, warga sudah mengimbau agar kapal berhenti dulu dan tidak dipaksakan. Ia juga menyebut sudah ada surat dari Bupati terkait persoalan ini, namun hingga kini belum ada kejelasan dari KSOP.

 

“Kami meminta KSOP cepat menanggapi masyarakat. Kepada Bupati, pertegas dan panggil, apa kendalanya sampai sekarang belum ada tindakan,” katanya.

 

Warga lain, Zainudin, meminta sanksi tegas diberikan jika perusahaan pelayaran tidak mematuhi aturan.”Beri sanksi besar kalau tidak punya aturan. KSOP kalau tidak mematuhi undang-undang, beri sanksi tidak diberi izin berlayar,” tegasnya.

 

Kepala Desa Rantau Harapan, Ilin Sumantri, berharap ada kepastian setelah pertemuan virtual yang dijadwalkan besok.

 

“Tunggu saja dulu, apa hasil nanti dari Zoom atau koordinasi besok, diharapkan dapat hasil yang baik. Kita siapkan data pendukung dan apa saja aspirasi masyarakat untuk disampaikan pada Kementerian dan KSOP. Kita tetap jaga suasana kondusif. Apapun hasilnya besok, itulah nanti yang jadi penentu keputusan selanjutnya,” kata Ilin.

 

Kapolres Rantau Bayur, IPTU Febri Muryanto membenarkan adanya agenda koordinasi bersama pihak terkait. Febri juga menyebut sebelumnya sudah ada mediasi, namun belum ada kesepakatan.

 

“Jadi besok ada zoom dari pihak terkait. Kami sudah bicara dengan koordinator lapangan. Intinya tidak ada tindakan melawan hukum. Jika pun ada tindakan, akan sesuai prosedur,” ungkapnya.

 

Warga berharap setelah koordinasi besok, KSOP segera menetapkan alur pelayaran yang jelas di Sungai Musi agar kejadian tebing runtuh tidak terulang.

 

Pewarta : Alamsyah

Editor : Redaksi