Bencana Terus Berulang! Bagana Gerakan Rakyat Ungkap Penyebab Utamanya

Metropolitanin8.com – Jakarta| Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Bagana) Gerakan Rakyat Regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Ali Zuhdi Prasetyo, menegaskan bahwa bencana alam yang terus berulang di Indonesia tidak semata-mata disebabkan faktor alam, melainkan dipicu oleh kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang dinilai tidak berkeadilan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ali Zuhdi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat Tahun 2026 yang berlangsung pada 17–18 Januari 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta, dengan mengusung tema “Keadilan Ekologis: Kembalikan Hutan Indonesia.” Sabtu (17/1).

Menurut Ali Zuhdi, penggundulan hutan yang terjadi secara masif, baik ilegal maupun melalui skema perizinan resmi, menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya frekuensi bencana, khususnya saat musim penghujan.

“Faktanya, penggundulan hutan itu nyata. Yang ironis, yang disebut legal justru dilakukan melalui izin negara, sementara rakyat sering dituduh sebagai pelaku ilegal. Padahal dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa praktik eksploitasi hutan melalui pembalakan dan pertambangan telah merusak keseimbangan ekosistem. Sementara keuntungan ekonomi tidak terdistribusi secara adil, masyarakat justru menanggung risiko banjir, longsor, dan kerusakan lingkungan.

Sebagai lembaga kemanusiaan, Bagana selama ini aktif membantu korban bencana. Namun Ali Zuhdi menilai pendekatan penanggulangan semata tidak cukup tanpa kebijakan pencegahan yang serius.

Baca juga: Rakernas I Gerakan Rakyat 2026, Pekanbaru Dorong Arah Perjuangan Menuju Partai Politik

“Menolong korban itu penting, tapi jauh lebih penting adalah mencegah bencana agar tidak terus berulang. Pemerintah harus berani menghentikan izin yang merusak hutan dan meninjau ulang izin yang sudah berjalan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti rencana eksploitasi sumber daya alam di wilayah sensitif seperti Papua. Menurutnya, aspirasi masyarakat adat dan aktivis lingkungan harus menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan kebijakan.

Baca juga: Rakernas I Gerakan Rakyat 2026: Jawa Timur Dorong Arah Politik & Keadilan Ekologis

Dalam forum Rakernas tersebut, Ali Zuhdi memaparkan sejumlah program prioritas Bagana Gerakan Rakyat Jateng–DIY, antara lain:

  • Program donor darah rutin setiap tiga bulan di seluruh kabupaten dan kota,

  • Gerakan penanaman pohon dan reboisasi massal,

  • Penguatan edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat.

“Ke depan, Bagana akan memfokuskan program reboisasi dan penanaman pohon bersama masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar memulihkan alam dan mencegah bencana,” jelasnya.

Terkait arah organisasi Gerakan Rakyat, Ali Zuhdi menyebut bahwa apabila ke depan bertransformasi menjadi partai politik, maka peran pengawalan kebijakan publik dapat dilakukan secara lebih struktural dan legal.

“Jika Gerakan Rakyat masuk ke ranah politik, artinya kita ikut mengawal dan mengkritisi kebijakan negara agar berpihak kepada rakyat dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Gerakan Rakyat merupakan organisasi masyarakat yang lahir dari relawan pendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Organisasi ini dipimpin oleh Sahrin Hamid dan berfokus pada penguatan basis rakyat, penyaluran aspirasi publik, serta pengembangan gagasan perubahan.

Ke depan, Gerakan Rakyat juga disebut berpotensi bertransformasi menjadi partai politik menuju Pemilu 2029. [Rosmauli]