Lebak – Metripolitanin8.com- Tokoh Banten Buya Sujana Karis menyesalkan dugaan adanya kelalaian pembayaran oleh pemilik PT. BBS (Bintang Beton Selatan), inisial E, kepada rekanan kontraktor, inisial R, yang mengaku belum menerima pembayaran atas proyek yang telah diselesaikan. Nilai kerugian diduga mencapai ratusan juta rupiah.
R mengungkapkan kepada awak media melalui sambungan telepon, Kamis (10/7/2025), bahwa upaya menagih haknya telah dilakukan berulang kali namun selalu dijanjikan tanpa realisasi.
“Saya minta tolong dipublikasikan soal pertanggungjawaban oknum kontraktor E yang mengabaikan hak saya,” ujar R.
Saya kecewa karena hasil jerih payah saya mengerjakan proyeknya sampai sekarang belum dibayar, padahal proyek itu sudah lama selesai,” sambungnya.
Ketika ditanya jumlah kerugian, R menjawab singkat, “Pokoknya pekerjaan saya yang belum dibayar itu nilainya ratusan juta. Itu uang besar buat saya,” keluhnya.
R mengaku sengaja meminta agar kasus ini dipublikasikan agar ada itikad baik dari E untuk menyelesaikan tanggung jawabnya. Bahkan, menurut informasi yang ia dengar, dirinya bukan satu-satunya yang mengalami hal serupa.
Masih pada hari yang sama, media menghubungi Buya Sujana Karis, yang diketahui sebagai tokoh masyarakat Banten sekaligus pembina dan penasehat dari R.
Buya membenarkan persoalan tersebut.
“Betul, saya tahu persis persoalan itu. R ini binaan saya. Sampai sekarang memang belum dibayar oleh pengusaha E,” ujar Buya saat dikonfirmasi via telepon.a
Dengan nada tegas, Buya menyayangkan sikap pengusaha yang tidak memenuhi kewajibannya.
“Saya selaku tokoh sekaligus pembina R tentu sangat menyayangkan. Masa pengusaha ngutang? Apalagi kalau tidak ada itikad baik menyelesaikan.”
Saat ditanya harapannya, Buya berpesan agar persoalan ini segera diselesaikan demi keadilan dan keberkahan hidup.
“Saya harap E, selaku bos PT. BBS, segera bayar kewajibannya. Apalagi saya dengar bukan cuma R saja yang belum dibayar. Jangan sampai ini jadi beban di akhirat, takutnya kebawa mati,” pungkas Buya sambil tertawa kecil namun serius.
(Sdr)















