Metropolitanin8.com – Kab. Banyuasin – Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.BA., IPU, ASEAN, menerima audiensi dan silaturahmi rombongan Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) LXVIII TNI Penyuluh Tahun 2026 di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kompetensi, strategi pencegahan, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Banyuasin.
Audiensi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pasis Seskoad dalam menggali informasi dan masukan yang dibutuhkan untuk mendukung penyusunan tesis. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuasin turut memaparkan kondisi wilayah, potensi daerah, serta berbagai dinamika pembangunan yang dihadapi.
Bupati Askolani menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Pasis Seskoad dan berharap diskusi dapat menghasilkan masukan serta rekomendasi konstruktif yang dapat diterapkan pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat mitigasi dan penanganan Karhutla.
“Terima kasih atas kolaborasinya. Kami sangat terbuka untuk mendapatkan masukan, terutama terkait apa saja yang diperlukan dan dukungan seperti apa yang bisa diberikan pemerintah daerah. Pemerintah daerah akan terus memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak dalam menangani Karhutla,” ujar Askolani.
Menurut Askolani, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi ancaman Karhutla. Selain penanganan di lapangan, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga hutan dan mencegah kebakaran.
“Semoga hubungan dan sinergi yang telah terjalin bersama TNI dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendukung terciptanya daerah yang aman, kondusif serta pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.
Askolani juga menjelaskan bahwa Pemkab Banyuasin telah melakukan sejumlah langkah dalam upaya penanggulangan Karhutla. Salah satunya dengan membentuk empat posko terpadu di empat kecamatan yang dinilai rawan Karhutla.
Keempat posko tersebut berada di Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin III, Sembawa, dan Suak Tapeh. Posko terpadu tersebut disiapkan selama dua bulan, yakni pada Agustus dan September, sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi potensi Karhutla.
Sementara itu, Dosen Seskoad Kolonel Inf. Sapta Budi Purnama menjelaskan bahwa audiensi tersebut difokuskan pada pembahasan upaya kolaboratif dan strategi komprehensif dalam pencegahan serta penanganan Karhutla di Kabupaten Banyuasin.
Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bekal bagi para Pasis dalam menjalankan tugas sebagai unsur pimpinan di satuan masing-masing, khususnya dalam menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan.
“Melalui kunjungan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Pemkab Banyuasin dan Seskoad, serta menghasilkan masukan-masukan konstruktif bagi penguatan kapasitas daerah dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla secara berkelanjutan,” ungkap Sapta Budi Purnama.
Audiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan TNI, sekaligus mendorong lahirnya strategi pencegahan Karhutla yang lebih terkoordinasi, cepat, dan berkelanjutan.
Penulis: Alamsyah
Editor: Pamungkas
Sumber: Humas Pemkab Banyuasin
![]()









