Metropolitanin8. com – Kota Tangerang — Kepedulian dan respons cepat aparat teritorial kembali terlihat saat banjir melanda wilayah Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Jajaran Kodim 0506/Tangerang turun langsung melakukan monitoring sekaligus membantu penanganan warga terdampak, Rabu (6/5).
Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin (4/5), diperparah dengan kiriman air dari wilayah Bogor yang menyebabkan debit Kali Angke meningkat dan meluap ke permukiman warga. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai 10 hingga 30 sentimeter.
Data di lapangan mencatat, sedikitnya 200 kepala keluarga terdampak, tersebar di RW 05, RW 06, dan RW 07. Meski tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang signifikan, sekitar 60 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, di antaranya Mushola Al-Ma’arif dan area Jagal TUM di Kampung Cantiga.
Personel gabungan dari Kodim 0506/Tangerang, Polsek Cipondoh, dan Satpol PP Kecamatan Cipondoh dikerahkan untuk memastikan situasi tetap terkendali. Selain melakukan pemantauan, aparat juga membantu evakuasi warga serta memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. Bantuan logistik berupa nasi bungkus telah disalurkan oleh Dinas Sosial Kota Tangerang untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Di tengah kondisi tersebut, Dandim 0506/Tangerang Kolonel Inf Ary Sutrisno menyampaikan bahwa keterlibatan TNI merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Perbantuan ini adalah wujud komitmen kami untuk selalu hadir di tengah kesulitan rakyat. Kami tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan dan merasa aman. Sinergi dengan Polri, Pemerintah Daerah dan unsur terkait menjadi kunci agar penanganan berjalan cepat dan efektif,” ujar Dandim.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Saat ini, kondisi banjir dilaporkan masih dalam kategori terkendali. Namun demikian, aparat terus bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi perkembangan situasi sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Kehadiran aparat di tengah masyarakat bukan sekadar tugas, tetapi menjadi simbol solidaritas dan kepedulian—bahwa dalam situasi sulit, tidak ada warga yang dibiarkan menghadapi bencana sendirian.
Red/tim











