Perjuangan H. Misnan Menepati Nazar, Mushala Al Istiqomah Jadi Warisan Iman untuk Anak, Cucu, dan Masyarakat

Metropolitanin8.com – Tangerang – Di balik berdirinya Mushala Al Istiqomah di Kampung Dukuh Pinang RT 03/RW 03, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, tersimpan kisah inspiratif tentang keteguhan iman, perjuangan seorang ayah, dan komitmen menepati nazar kepada Allah SWT, Kamis (02/07/2026).

Sosok tersebut adalah H. Misnan, yang menjadikan mushala bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan akhlak dan pendidikan agama bagi anak, cucu, serta keluarga besarnya.

Kisah ini bermula pada tahun 2017, ketika H. Misnan bersiap menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah. Menjelang keberangkatannya, ia merasa perlu memperdalam ilmu agama sebagai bekal spiritual. Atas dasar itu, ia berguru kepada Ustaz Ahmad Haryanto untuk memperkuat pemahaman keislamannya.

Di tengah persiapan menuju Baitullah, H. Misnan mengucapkan sebuah nazar. Ia berjanji, apabila Allah SWT memberikan keselamatan dan kesehatan hingga kembali ke tanah air, dirinya akan membangun sebuah mushala sebagai bentuk rasa syukur dan pengabdian kepada Allah SWT.

Dengan izin Allah SWT, H. Misnan menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat. Tanpa menunda waktu, ia segera merealisasikan nazarnya dengan membangun Mushala Al Istiqomah.

Bagi H. Misnan, mushala tersebut bukan hanya bangunan fisik, melainkan warisan spiritual yang diharapkan mampu menjadi sumber ilmu, ibadah, dan pembinaan akhlak bagi generasi penerus keluarganya.

Sejak berdiri, Mushala Al Istiqomah menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar untuk belajar Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, serta membiasakan anak-anak dan cucu-cucu menjalankan ibadah sejak usia dini. Perlahan, nilai-nilai religius mulai tumbuh dan mengakar dalam kehidupan keluarga.

Tidak hanya bermanfaat bagi keluarga, keberadaan Mushala Al Istiqomah juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Mushala ini rutin menjadi pusat kegiatan keagamaan, seperti pengajian, salat berjamaah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Mikraj, hingga berbagai kegiatan pembinaan umat.

Salah satu kegiatan yang terus dipertahankan adalah santunan anak yatim setiap 10 Muharram. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang diwariskan H. Misnan kepada keluarga besarnya agar senantiasa berbagi dan peduli terhadap sesama.

Bagi H. Misnan, keberhasilan seorang ayah bukan hanya diukur dari harta yang ditinggalkan, melainkan dari nilai-nilai keimanan yang mampu diwariskan kepada anak dan cucunya.

Melalui Mushala Al Istiqomah, ia berharap lahir generasi yang berakhlak mulia, cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kisah H. Misnan menjadi bukti bahwa sebuah nazar yang ditepati dengan penuh keikhlasan dapat melahirkan amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya. Mushala Al Istiqomah kini berdiri sebagai simbol keteguhan iman, cinta keluarga, dan kepedulian sosial yang akan terus hidup dari generasi ke generasi.

(Helmy Apriyani)