Metropolitanin8.com – Jakarta – Nama Letnan Jenderal TNI (Anumerta) H. M. Sarbini tercatat dengan tinta emas dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sosok perwira TNI yang dikenal sebagai pejuang tangguh ini tidak hanya berperan di medan perang mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga dikenang sebagai Bapak Veteran Indonesia berkat dedikasinya dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan para veteran pejuang.
Lahir di Kebumen, M. Sarbini memulai perjalanan militernya pada masa pendudukan Jepang. Ia mengikuti pendidikan opsir Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor pada 1942β1945. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia dipercaya menjabat sebagai Chudanco Saidan II PETA di Gombong, Kebumen.
Usai Jepang menyerah dan PETA dibubarkan, semangat juangnya tidak surut. Pada September 1945, M. Sarbini kembali ke kampung halamannya dan membentuk Barisan Keamanan Rakyat (BKR) Cabang Kebumen. Berkat kepemimpinan dan ketegasannya, ia dipercaya menjadi ketua organisasi tersebut.
Kemampuan militernya kemudian mendapat perhatian dari Jenderal Soedirman. Ia diangkat menjadi Komandan Resimen Kedu I Divisi II Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang bermarkas di Magelang dengan pangkat Letnan Kolonel. Pada periode 1945β1947, M. Sarbini memimpin pasukannya dalam berbagai pertempuran sengit melawan tentara Belanda di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Perjuangannya berlanjut ketika terjadi pemberontakan Pemberontakan PKI Madiun 1948. M. Sarbini memimpin operasi penumpasan terhadap sisa-sisa Tentara Rakyat Demokrasi (TRD) di wilayah Magelang dan sekitarnya. Saat Agresi Militer Belanda II berlangsung, ia yang menjabat Komandan STC WK II Divisi Diponegoro memimpin perang gerilya di kawasan Magelang, Kedu hingga Banyumas dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.
Atas pengabdian dan integritasnya, pada masa pemerintahan Soekarno, M. Sarbini dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Dwikora II pada tahun 1966. Jabatan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Soeharto seiring dinamika politik nasional saat itu.
Di balik ketegasan sebagai seorang prajurit, M. Sarbini dikenal sebagai sosok keluarga yang hangat. Ia menikah dengan Ny. Salami, putri R. Sastrowihardjo, pada 24 Agustus 1944 di Kutoarjo.
Hingga kini, nama Letnan Jenderal TNI (Anumerta) H. M. Sarbini tetap dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Warisan perjuangan, kepemimpinan, dan pengabdiannya menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus menjaga persatuan, kedaulatan, serta semangat nasionalisme demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Nis)











