Metropolitanin8.com – Kabupaten Alor – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Alor dengan menyerahkan bantuan Pasar Murah Bersubsidi di Desa Manmas, Kecamatan Alor Selatan, Kamis (18/9/2025).
Program ini bertujuan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Wakil Gubernur hadir bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Asisten Sekda Kabupaten Alor, serta Kadis Perindustrian Kabupaten Alor. Perjalanan dari Kalabahi menuju Desa Manmas ditempuh sejauh 52 kilometer dalam waktu dua jam. Setibanya, rombongan disambut hangat Camat Alor Selatan dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Johni menyampaikan apresiasi atas penerimaan masyarakat sekaligus permohonan maaf karena jadwal kunjungan sempat tertunda sehari.
“Terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Desa Manmas. Seyogianya kami hadir kemarin, namun karena situasi kurang memungkinkan, baru hari ini kami dapat bertatap muka dengan Bapak/Ibu semua,” ujar Johni.
Bantuan yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu dengan harga bersubsidi. Johni berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama untuk menunjang gizi anak-anak.
“Anak-anak adalah generasi penerus dan investasi jangka panjang bagi daerah. Orang tua harus menjaga tumbuh kembang mereka agar kelak mampu membawa NTT ke masa depan yang lebih baik,” tambah Johni.
Camat Alor Selatan turut menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi NTT. Tahun ini, sebanyak 410 warga dari 12 desa di kecamatan tersebut menerima manfaat dari program Pasar Murah Bersubsidi.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur dan jajaran Pemprov NTT. Program ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujarnya.
Secara keseluruhan, program Pasar Murah Bersubsidi tahun 2025 menjangkau 1.000 penerima manfaat di 25 desa dari 5 kecamatan di Kabupaten Alor.
“Langkah ini menjadi wujud komitmen Pemprov NTT dalam memperkuat daya beli dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(Florianus Fendi)














