Metropolitanin8.com – Lampung Selatan – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat sekitar kawasan wisata, Polres Lampung Selatan bersama manajemen Kawasan Nirwana Resort (KNR) menggelar kegiatan bakti sosial di Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, pada Sabtu (4/10/2025) pagi.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Lampung Selatan IPTU Aprizal, didampingi perwakilan manajemen Kawasan Nirwana Resort. Bakti sosial ini menjadi bentuk sinergi antara aparat kepolisian dan pelaku usaha pariwisata dalam memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.
IPTU Aprizal menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Lampung Selatan untuk hadir di tengah masyarakat, terutama di wilayah wisata yang memiliki dinamika sosial dan ekonomi tersendiri.
“Polri ikut membantu meringankan beban masyarakat, kami ingin mempererat silaturahmi dan menunjukkan bahwa kepedulian adalah bagian dari pelayanan kami kepada warga,” ujarnya.
Sebanyak 20 paket bantuan sembako disalurkan secara langsung kepada warga yang membutuhkan, terutama lansia dan keluarga kurang mampu, melalui mekanisme door to door oleh personel gabungan agar bantuan tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya secara langsung.
Sementara itu, Ghufron Azhar, General Manager Jungle Sea yang mewakili Kawasan Nirwana Resort, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama dengan Polres Lampung Selatan.
“Kami mendukung penuh upaya kepolisian dalam menjaga keamanan kawasan wisata. Semoga kegiatan tali asih ini dapat membantu perekonomian masyarakat serta mempererat hubungan antarwarga dan pelaku wisata,” katanya.
Kepala Dusun Lambur Desa Merak Belantung, Sahman, turut mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.
“Terima kasih kepada Polres dan pengelola resort yang sudah peduli pada masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, terutama bagi para orang tua dan lansia,” ucapnya dengan haru.
Selain menyalurkan bantuan, petugas juga menyampaikan pesan kamtibmas agar warga menjaga keamanan lingkungan, waspada terhadap potensi gangguan sosial, dan mendukung terciptanya destinasi wisata yang aman serta ramah bagi pengunjung.
(Hms/Nasuki/Red)















