Metropolitanin8.com – Kupang, NTT – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menandai satu tahun masa kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur melalui penyampaian pidato resmi dalam Rapat Paripurna ke-67 Masa Persidangan ke-2 Tahun Sidang 2025–2026 di ruang sidang utama DPRD Provinsi NTT, Jumat (20/02/2026).
Pidato disampaikan langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma, serta dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, dan tamu undangan.
Dalam pidatonya, gubernur menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinan difokuskan sebagai tahun fondasi pembangunan, dengan penataan arah kebijakan, perbaikan sistem, serta penguatan tata kelola pemerintahan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Fondasi yang kita bangun di tahun pertama ini bertujuan memastikan pembangunan berjalan lebih presisi, transparan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” kata Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Pemprov NTT mengusung visi NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan melalui strategi “7 Pilar Strategis” dan “10 Program Dasar Cita”.
“Implementasinya diarahkan pada penguatan sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, kelautan berbasis ekonomi biru, serta pariwisata berbasis komunitas dengan hilirisasi produk lokal,” ujarnya.
Sejumlah capaian strategis dipaparkan, antara lain perlindungan jaminan sosial bagi 100 ribu pekerja rentan sektor informal, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,14 persen pada 2025, serta penurunan angka kemiskinan menjadi 17,50 persen.
“Program One Village One Product (OVOP) diperluas melalui pengembangan puluhan produk unggulan desa dan pembinaan ratusan UMKM yang didukung jaringan pemasaran daerah. Pada sektor pertanian, produksi padi meningkat signifikan hingga mendekati satu juta ton gabah kering giling, mengantarkan NTT meraih pengakuan nasional di bidang ketahanan pangan,” ungkapnya.
Sektor peternakan dan pariwisata juga mencatat tren positif. Pertumbuhan populasi ternak meningkat, sementara sektor wisata tumbuh hampir 18 persen, didukung berbagai festival dan agenda promosi daerah yang berdampak pada perputaran ekonomi lokal.
“Di bidang kesehatan, pemerintah melaporkan penurunan prevalensi stunting melalui sistem pelaporan berbasis data alamat, diperkuat inovasi layanan gizi terpadu. Pada sektor pendidikan, bantuan bagi siswa kurang mampu serta pembangunan sekolah vokasi berasrama menjadi bagian strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia,” keluhannya.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur berkelanjutan dilakukan melalui peningkatan kemantapan jalan provinsi dan program elektrifikasi rumah tangga. Pemerintah juga memperkenalkan layanan pengaduan publik terpadu guna mempercepat respons terhadap aspirasi masyarakat.
Dalam pidatonya, gubernur menekankan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Sejumlah anggota dewan yang hadir menilai pemaparan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus arah konsolidasi pembangunan daerah ke depan, khususnya dalam menjaga kesinambungan program prioritas.
“Rapat paripurna berlangsung tertib dan menjadi momentum refleksi satu tahun perjalanan pemerintahan sekaligus penguatan komitmen pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur,” tutupnya. (Florianus Fendi)











