Ajang Pattimura International Big Fight 2026 Dapat Dukungan Tokoh Tinju Nasional

Jakarta,  — Event tinju bertajuk Pattimura International Big Fight 2026 yang diprakarsai oleh Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) bersama Maluku Barat Daya Promotion mendapat dukungan penuh dari para tokoh tinju nasional, baik dari kalangan amatir maupun profesional. 28/03/2026

 

Dukungan tersebut disampaikan oleh sesepuh tinju Indonesia sekaligus Dewan Kehormatan FTPI, Marasal Hutabarat, saat menerima kunjungan Ketua Dewan Pengawas FTPI Yance Rahayaan serta penata tanding internasional Syarifudin Lado dalam acara halal bihalal di kediamannya di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (28/3/2026).

 

Dalam kesempatan tersebut, Marasal menyampaikan bahwa penunjukan tiga tokoh tinju nasional asal Maluku oleh Ketua Umum FTPI Neneng A. Tuty untuk memimpin penyelenggaraan event merupakan langkah yang tepat dan strategis.

 

Ketiga tokoh tersebut adalah Nikolas Johan Kilikily sebagai promotor, Yance Rahayaan sebagai co-promotor, serta G. Borlak sebagai pembina promotor.

 

“Ketiga putra Maluku ini memiliki rekam jejak yang kuat di dunia tinju nasional maupun internasional, sehingga sangat layak dipercaya untuk memimpin event besar ini,” ujar Marasal.

 

Ia juga menegaskan bahwa sosok Pattimura merupakan pahlawan nasional milik seluruh bangsa Indonesia, sehingga peringatan hari lahirnya menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan sekaligus mengangkat potensi olahraga nasional.

 

Menurutnya, Maluku selama ini dikenal sebagai “gudang petinju” yang telah melahirkan banyak atlet berprestasi di tingkat dunia, baik dari jalur amatir maupun profesional.

 

Lebih lanjut, Marasal berharap agar event Pattimura International Big Fight 2026 dapat menjadi momentum kebangkitan tinju nasional yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan gairah.

 

Ia mengajak seluruh elemen bangsa, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemangku kepentingan olahraga, hingga masyarakat luas untuk memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan event tersebut.

 

“Pattimura bukan hanya milik Maluku, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan ini perlu didukung bersama sebagai upaya mengangkat kembali kejayaan tinju Indonesia di kancah nasional maupun internasional,” tegasnya.

 

Event ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet, regenerasi petinju, serta penguatan industri olahraga tinju di Tanah Air.

 

Sumber: Co-promotor Yance Rahayaan

 

Red