Metropolitanin8.com – Jakarta – Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat, termasuk bagi anak-anak dalam mengakses informasi, belajar, dan berkomunikasi. Namun, di balik kemudahan tersebut juga tersimpan berbagai risiko yang dapat mengancam tumbuh kembang anak apabila penggunaan media digital tidak disertai dengan pengawasan dan pendampingan dari orang tua.
Berbagai ancaman di dunia digital seperti paparan konten negatif, perundungan siber (cyberbullying), kejahatan siber, praktik grooming oleh pelaku kejahatan, hingga kecanduan gawai menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Dampak dari risiko tersebut tidak hanya memengaruhi kesehatan mental dan emosional anak, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan sosial, prestasi belajar, serta masa depan mereka.
Karena itu, peran orang tua menjadi faktor utama dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan positif. Orang tua diharapkan tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga menjadi teladan dalam bermedia digital, membangun komunikasi terbuka dengan anak, menetapkan aturan penggunaan internet yang sesuai usia, serta memanfaatkan fitur keamanan seperti parental control dan pengaturan privasi pada perangkat.
Selain itu, orang tua juga dianjurkan untuk aktif mendampingi anak saat mengakses internet, mengenalkan platform digital yang aman, mengawasi aktivitas daring secara berkala, serta mengajak anak lebih banyak mengikuti kegiatan positif di dunia nyata seperti berolahraga, membaca, dan bersosialisasi.
Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan konten berbahaya atau aktivitas digital yang berpotensi membahayakan anak. Upaya perlindungan anak di ruang digital merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.
Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak dapat memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan produktif.
“Menjaga anak hari ini berarti menjaga masa depan bangsa. Anak membutuhkan bimbingan, bukan dibiarkan sendirian menghadapi dunia digital.”
(Red)











