Diduga Jalankan Usaha Wifi Ilegal, Seorang Warga di Lebak Raup Jutaan Rupiah Tiap Bulan

METROPOLITANIN8.COM | LEBAK,- Seorang warga Kampung Poleng, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Banten, yang diketahui bernama Ade, diduga menjalankan usaha jaringan wifi ilegal tanpa memiliki izin resmi. Usaha ini disebut telah beroperasi selama kurang lebih satu tahun.

Wifi yang dijual oleh Ade dipasarkan dalam bentuk voucher dengan harga bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000 per voucher. Meskipun usahanya telah berjalan cukup lama dan menghasilkan pendapatan hingga jutaan rupiah setiap bulan, namun hingga kini yang bersangkutan belum mengantongi izin resmi dari pihak berwenang.

Saat dikonfirmasi oleh awak media dan perwakilan LSM Gerahamtara (Gerakan Hak Asasi Manusia Nusantara) melalui sambungan WhatsApp, Ade mengakui bahwa usaha tersebut memang miliknya.
“Betul saya yang punya. Saya sudah berjalan kurang lebih satu tahun, pendapatan saya nyampe lima juta per bulan. Untuk surat izin lingkungan saya udah ngomong ke Pak Lurah, dengan lisan aja. Tapi untuk izin resmi lingkungan saya belum punya. Saya juga cuma menjalankan punya wifi atas nama Yosep. Kalau dapatannya besar, saya juga dikasih sampai dua juta setengah,” ungkap Ade.

Menanggapi hal ini, Rohim, perwakilan dari LSM Gerahamtara, menyatakan keprihatinannya terhadap masih beroperasinya jaringan wifi ilegal di wilayah tersebut.

“Dengan adanya temuan ini, saya sangat menyayangkan masih adanya usaha wifi ilegal yang beroperasi. Padahal dulu pengusaha tersebut sudah pernah dipanggil oleh tim siber Polda. Namun, sampai saat ini ia masih melanjutkan kegiatan ilegal tersebut,” ujar Rohim.

Pihak LSM pun mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera menindaklanjuti kasus ini dan mengambil langkah tegas terhadap praktik usaha tanpa izin yang merugikan masyarakat dan negara.
(RED/SR)