Diduga Tak Kembalikan Uang Orang Tua Siswa, Oknum Pegawai PGRI 1 Cikokol Dipertanyakan Tanggung Jawabnya

Metropolitanin8.com – Kota Tangerang – Seorang oknum pegawai di Sekolah PGRI 1 Cikokol, Kota Tangerang, diduga tidak mengembalikan uang milik orang tua siswa SMAN 5 Tangerang yang sebelumnya berniat memindahkan anaknya ke SMAN 8 Kota Tangerang.

Kasus ini memunculkan pertanyaan dan kekecewaan dari pihak orang tua siswa yang merasa dirugikan.

Peristiwa tersebut terungkap pada Selasa (11/11/2025). Orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena uang yang sudah dibayarkan saat proses pemindahan sekolah anaknya belum sepenuhnya dikembalikan, meskipun anaknya akhirnya tidak jadi pindah ke sekolah tujuan.

“Kami sudah berulang kali menghubungi pihak oknum tersebut, tetapi belum ada kejelasan kapan sisa uang akan dikembalikan. Ini bukan soal jumlahnya saja, tapi soal tanggung jawab,” ujar orang tua siswa tersebut.

Ia menambahkan, oknum pegawai yang diduga terlibat berinisial N kerap menghindar saat dimintai kejelasan mengenai pengembalian dana tersebut.

“Setiap ditanya, jawabannya selalu nanti atau disuruh tunggu. Tapi tidak ada kepastian,” tambahnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terkait dugaan tersebut, pihak Kepala Sekolah PGRI 1 Cikokol menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam urusan pribadi pegawai.

“Saya tidak mau tahu urusan yang bersangkutan dengan pihak sekolah,” ujarnya singkat dengan nada kesal saat dikonfirmasi wartawan.

Kasus ini menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa, yang menilai kurangnya transparansi dan tanggung jawab pihak terkait dapat mencoreng nama baik lembaga pendidikan. Mereka berharap ada itikad baik dan penyelesaian secara terbuka dan profesional dari pihak sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, oknum pegawai berinisial N maupun pihak sekolah PGRI 1 Cikokol belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Orang tua siswa berharap pihak sekolah dapat menindaklanjuti permasalahan ini agar kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan tetap terjaga. (Dadang Careuh)