Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Monitoring Bapokting di Jakpus, Stok Aman, Harga Cabai Masih Tinggi

Metropolitanin8.com – Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melalui Unit III Subdit I Indag melaksanakan monitoring ketersediaan dan harga bahan pokok penting (bapokting) di wilayah Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok sembako aman, distribusi lancar, serta harga tetap terkendali.

Monitoring dipimpin Kanit III Subdit I Indag AKP Rheditya Alfa Hendy S bersama personel, dengan menyasar Pasar Tradisional Senen Blok III serta dua retail modern, yakni Lottemart Green Pramuka dan Transmart Cempaka Putih.

Dari hasil pemantauan di Pasar Senen Blok III, harga beras premium tercatat Rp14.900/kg dan beras medium Rp13.500/kg. Komoditas lain yang terpantau antara lain bawang merah Rp55.000/kg, bawang putih Rp35.000/kg, telur ayam ras Rp30.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg, daging sapi paha belakang Rp140.000/kg, paha depan Rp135.000/kg, serta gula pasir kemasan Rp18.000/kg. Sementara minyak goreng merek Minyakita di salah satu kios dilaporkan kosong.

Di Lottemart Green Pramuka, beras premium dijual Rp14.900/kg, daging sapi segar Rp140.000/kg, daging kerbau beku Rp124.900/kg, daging ayam ras Rp34.900/kg, telur ayam ras Rp30.000/kg, bawang merah Rp41.500/kg, bawang putih Rp38.000/kg, dan gula konsumsi Rp17.500/kg. Cabai rawit merah tercatat Rp57.000/kg dengan keterangan stok kosong.

Sedangkan di Transmart Cempaka Putih, beras premium Rp74.500/5 kg dan beras SPHP Rp62.500/5 kg, daging sapi segar Rp118.300/kg. Beberapa komoditas seperti daging kerbau beku, daging ayam ras, telur ayam ras, dan Minyakita dilaporkan tidak tersedia.

AKP Rheditya Alfa Hendy S menyampaikan secara umum ketersediaan bapokting di Jakarta Pusat masih terpenuhi, meski terdapat komoditas yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya cabai.

“Kami melaksanakan monitoring ketersediaan dan harga bapokting di Jakarta Pusat. Hasil pemantauan menunjukkan stok secara umum masih tersedia, namun masih ditemukan beberapa komoditas di atas HET, terutama cabai,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga cabai dipengaruhi harga beli di tingkat distributor atau pasar induk yang sudah tinggi sehingga berdampak pada harga di tingkat pengecer.

“Pihaknya menegaskan akan terus melakukan pengawasan rutin di pasar tradisional maupun retail modern, serta berkoordinasi dengan Satgas Pangan guna menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi, terutama menjelang bulan Ramadan,” pungkasnya.

(Rosmauli)