Metropolitanin8.com – Kab. Sabu Raijua – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sabu Raijua menggelar rapat gabungan komisi membahas persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah meresahkan masyarakat, Kamis (4/9/2025).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Rae Edin Saputra Manoe Lado, didampingi Wakil Ketua DPRD Paulus Rabe Tuka, serta dihadiri Sekretaris Daerah Septenius M. Bule Logo, anggota DPRD, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lagabus Pian, Satpol PP, pengelola SPBU, serta perwakilan masyarakat pengguna BBM.
“Dalam pembahasan, DPRD menyoroti kelangkaan pasokan BBM yang kerap terjadi pada bulan-bulan tertentu hingga memicu panic buying dan spekulasi harga,” katanya.
Perwakilan masyarakat juga mengkritisi kebijakan pembatasan yang dinilai kurang tepat sasaran, serta meminta kepastian pengurusan rekomendasi untuk nelayan dan petani.
Kadis Perindag Lagabus Pian menegaskan pemerintah melarang penjualan kembali BBM subsidi, serta memperingatkan bahaya penyimpanan BBM ilegal di rumah.
“Ia menyarankan pedagang membeli Pertamax melalui agen resmi, sementara BBM subsidi tetap difokuskan bagi masyarakat pengguna di SPBU,” ujarnya.
Sejumlah anggota DPRD juga memberikan masukan, di antaranya penetapan harga dan takaran yang jelas, pengaturan jam operasional SPBU, penambahan agen di kecamatan, hingga penertiban minyak tanah ilegal.
Rapat menghasilkan tujuh rekomendasi utama:
1. Peningkatan kuota dan distribusi BBM bersubsidi dengan dukungan armada pengangkut tambahan.
2. Penetapan jam operasional SPBU dari pukul 08.00–17.00 WITA setiap hari kerja.
3. Perluasan penjualan Pertamax di luar SPBU dengan HET Rp25.000 per 1,5 liter, khususnya di wilayah tanpa SPBU.
4. Percepatan pembangunan SPBU di Hawu Mehara, Sabu Timur, dan Raijua.
5. Peningkatan pengawasan distribusi oleh pemerintah, aparat, dan masyarakat.
6. Pelayanan bersamaan Pertamax dan Pertalite di SPBU untuk mengurai antrean.
7. Peninjauan aturan harga minyak tanah dan pembentukan pangkalan di setiap kecamatan.
DPRD menegaskan “Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan BBM dan memastikan distribusi yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Sabu Raijua,” pungkasnya.
Penulis: Florianus Fendi















