http://Metropolitanin8.com – Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Manajemen UMKM yang menyasar 80 pelaku usaha di setiap angkatan, dengan total enam angkatan, dari berbagai wilayah di Kota Tangerang.
Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, pada Selasa, 17 Juni 2025. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya transformasi manajerial dalam tubuh UMKM untuk bisa naik kelas.
“Masih banyak pelaku UMKM yang belum menjadikan pencatatan keuangan sebagai dasar pengelolaan usaha. Padahal, ini sangat krusial untuk naik kelas dan mendapatkan akses permodalan,” ujar Herman.
Ia juga menyoroti tantangan baru di era digital dan pentingnya pelaku usaha memiliki daya adaptasi tinggi, tak hanya dalam peningkatan produk, tetapi juga pada aspek manajemen usaha, legalitas, hingga transformasi digital.
“Legalitas usaha, pencatatan keuangan yang rapi, kehadiran digital, dan semangat untuk terus belajar adalah kunci dalam menjaga keberlanjutan bisnis,” tambahnya.
Fasilitas Lengkap untuk UMKM Kota Tangerang
Pemkot Tangerang telah menyediakan berbagai fasilitas dan dukungan bagi pelaku UMKM, antara lain:
Digitalisasi usaha dan pemasaran
Sertifikasi halal produk
Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB)
Bantuan pendaftaran merek dagang dan barcode produk
Promosi melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI)
Namun demikian, Herman menegaskan bahwa semua program tersebut akan efektif bila dibarengi dengan kesiapan mental dan kemauan belajar dari pelaku usaha itu sendiri.
“Pelatihan ini bukan sekadar formalitas. Pisahkan keuangan pribadi dan usaha, praktikkan ilmu yang diperoleh, dan bangun jejaring antar-UMKM. Kalau pelaku usahanya siap berubah, keberlanjutan bisnis bukan mimpi,” tutup Herman.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Tangerang dalam mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing di tengah arus digitalisasi dan globalisasi ekonomi.
(Redaksi | metropolitanin8.com)












