Metropolitanin8.com – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, menegaskan arah transformasi TNI Angkatan Udara menuju kekuatan udara yang adaptif dan berbasis teknologi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI AU di Mabesau Cilangkap, Kamis (9/4/2026).
Mengusung tema “Pengabdian Tanpa Batas, TNI AU AMPUH, Indonesia Maju”, peringatan tahun ini menitikberatkan pada penguatan alutsista modern dan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
AMPUH sendiri merupakan akronim dari Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis.
Kasau menegaskan bahwa integrasi teknologi informasi terkini kini menjadi bagian penting dalam setiap operasi udara.
“Integrasi teknologi informasi digunakan untuk meningkatkan akurasi dan efektivitas misi,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan karakter peperangan yang kini mencakup dimensi siber, elektromagnetik, hingga kognitif, menuntut kesiapan yang lebih luas dari sekadar kekuatan militer konvensional.
Meski modernisasi alutsista terus dilakukan, Kasau menekankan bahwa faktor manusia tetap menjadi kekuatan utama TNI AU.
Baca juga: Polres Tegal Dukung Donor Darah dalam Peringatan HUT ke-63 Bank Jateng
Prajurit dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki ketajaman analisis, kapasitas intelektual, serta ketangguhan mental.
“Kekuatan utama tetap terletak pada kualitas manusia,” tegasnya.
Dalam satu tahun terakhir, TNI AU mencatat sejumlah capaian, termasuk keberhasilan menjaga zero accident (nol insiden) selama dua tahun terakhir—indikator penting dalam keselamatan operasi udara.
Selain itu, berbagai prestasi prajurit di tingkat nasional dan internasional disebut menjadi fondasi untuk peningkatan profesionalisme ke depan.
Saat ini, TNI AU berada dalam fase akselerasi pembangunan kekuatan, ditandai dengan hadirnya alutsista generasi baru serta penguatan organisasi dan teknik operasi.
Namun, tantangan global seperti gangguan rantai pasok dan dinamika geopolitik tetap menjadi perhatian serius.
“Harus ada adaptasi agar kapasitas udara tetap relevan,” ujar Kasau.
Upacara HUT ke-80 TNI AU juga diisi dengan pemberian tanda kehormatan kepada prajurit yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam pengabdian selama 8, 16, dan 24 tahun.
Kasau menegaskan, pengabdian prajurit TNI AU tidak dibatasi ruang dan waktu, melainkan diwujudkan melalui kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi.













