Metropolitanin8.com – Jakarta – Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (Pesdam) mendesak Polri untuk melakukan bersih-bersih internal secara menyeluruh guna menghilangkan oknum-oknum yang dianggap merusak citra institusi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Aktivis Pesdam, Risky Syaifulloh, dalam pernyataan resminya.
“Polri harus bersih-bersih dari sampah dan oknum di dalam tubuhnya yang melakukan tindakan tidak terpuji,” tegas Risky, Senin (08/12/25).
Desakan ini muncul setelah Pesdam memotret masih rendahnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Polri. Berdasarkan survei terbaru, tingkat kepuasan masyarakat hanya berada di angka 45,9 persen, masih jauh dari ekspektasi.
Meski pemerintah telah membentuk Tim Reformasi Polri, Pesdam menilai langkah tersebut belum menunjukkan hasil signifikan.
“Pembentukan tim reformasi belum memberikan perubahan nyata. Sistem dan struktur Polri masih memiliki banyak kelemahan,” ujar Risky.
Menurut Pesdam, reformasi tidak boleh sebatas formalitas, tetapi harus menyentuh akar persoalan, termasuk perbaikan dalam hal penegakan hukum, pelayanan publik, dan integritas internal.
Pesdam menyebut sejumlah persoalan yang masih membayangi institusi Polri, antara lain:
- Dugaan bekingan judi online
- Keterlibatan oknum dalam jaringan kartel narkoba
- Pemerasan terhadap masyarakat
- Aksi represif terhadap mahasiswa saat demonstrasi
Risky menegaskan bahwa persoalan-persoalan tersebut tidak boleh dianggap remeh karena berpotensi menggerus kepercayaan publik secara massif.
Usulan Reposisi Polri: Di Bawah Presiden atau Kementerian?
Hasil survei yang dilakukan Pesdam juga mencatat pandangan publik mengenai posisi Polri:
- 32,3% responden ingin Polri tetap di bawah presiden
- 19,7% ingin Polri berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM
- 11,6% mengusulkan Polri berada di bawah Kementerian Pertahanan
Menurut Risky, angka-angka tersebut menunjukkan keresahan publik dan kebutuhan untuk memperkuat sistem tata kelola Polri.
Pesdam meminta Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja internal Polri.
“Kami meminta Presiden dan Kapolri melakukan langkah konkret dan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kinerja Polri,” tutur Risky.
Pesdam menegaskan bahwa Polri harus kembali menjadi institusi yang profesional, bersih, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu mengembalikan kepercayaan publik dan menjalankan tugas menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat secara optimal. (Red)













