ISNU Kota Tangerang Gagas Perda Pemberdayaan Pesantren

Metropolitanin8.com – Kab. Bogor – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Tangerang menggagas lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemberdayaan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan dalam sebuah forum Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Villa Gardenia, Cilember, Puncak, Bogor.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menggandeng civitas akademika STISNU Nusantara Tangerang dan menjadi titik awal lahirnya inisiatif kebijakan strategis untuk pendidikan keagamaan.

Ketua ISNU Kota Tangerang, Asyik, menegaskan bahwa gagasan Perda ini merupakan tanggung jawab moral dan keilmuan sarjana NU untuk memperkuat eksistensi pesantren secara regulatif.

“Pesantren selama ini menjadi pilar penting dalam pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter bangsa. Sudah saatnya pemerintah daerah hadir dengan kebijakan yang lebih kuat dan berkelanjutan, bukan sekadar hibah insidental, tetapi penganggaran yang rutin dan wajib sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren,” ungkapnya, Minggu (03/08/25).

Sementara itu, Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Muhamad Qustulani (Gus Fani), menyampaikan kritik terhadap keraguan sejumlah pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran rutin bagi pesantren. Ia menilai, sering kali kekhawatiran akan audit serta anggapan bahwa urusan pesantren adalah kewenangan pusat menjadi penghambat kemajuan.

“Padahal, UU Pesantren justru memberi ruang dan legitimasi hukum bagi pemda untuk hadir total dalam mendukung lembaga pendidikan keagamaan. Ini saatnya Kota Tangerang menjadi pelopor,” tegasnya.

Gus Fani juga menegaskan bahwa STISNU siap memberikan dukungan penuh, termasuk dalam penyusunan naskah akademik sebagai dasar ilmiah pembentukan Perda.

“Ini gagasan besar dan mulia. Kami siap berkolaborasi secara akademis, karena pesantren adalah jantung pendidikan Islam dan benteng moral bangsa,” tambahnya.

Menutup forum, Asyik menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kontribusi ISNU dalam membangun Kota Tangerang melalui penguatan peran strategis pesantren.

“Sebagai sarjana Nahdlatul Ulama, kami merasa terpanggil untuk menjaga, menguatkan, dan mengembangkan pesantren melalui jalan keilmuan dan kebijakan. Semoga ikhtiar ini menjadi ladang maslahat bersama,” pungkasnya.

 

Penulis: RED/KJK DPP
Sumber: ISNU Kota Tangerang