Metropolitanin8.com – Jakarta – Akademisi sekaligus tokoh masyarakat, Johnny Walker Situmorang, menekankan pentingnya transformasi organisasi kemasyarakatan agar tidak hanya fokus pada kegiatan sosial, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi bagi anggotanya.
Hal tersebut disampaikan Prof. Johnny saat menanggapi dinamika proses penjaringan calon ketua dalam internal Pemuda Batak Bersatu di Jakarta, Sabtu (16/05/2026).
Dalam keterangannya, Prof. Johnny mengungkapkan bahwa proses penjaringan calon ketua telah dibuka sesuai mekanisme organisasi. Namun, hingga batas waktu pendaftaran berakhir, hanya terdapat satu kandidat yang mendaftarkan diri dan dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi.
“Kita sudah melalui proses penyaringan sesuai mekanisme panitia sampai batas waktu yang ditentukan. Dari hasil itu, hanya satu calon yang mendaftar dan telah lolos pemeriksaan administrasi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan semakin banyak kader yang siap tampil dan berkontribusi dalam kepemimpinan organisasi.
Prof. Johnny mengapresiasi kiprah organisasi yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial di berbagai daerah. Namun, menurutnya, aksi sosial saja belum cukup untuk menjawab kebutuhan jangka panjang anggota.
“Organisasi ini sudah dikenal luas melalui berbagai kegiatan sosial. Itu penting, tetapi tidak cukup. Organisasi harus mulai berpikir lebih jauh, yaitu bagaimana memberdayakan ekonomi anggotanya,” tegasnya.
Ia menilai organisasi perlu menghadirkan program yang lebih konkret dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan anggota.
Salah satu gagasan yang disampaikan Prof. Johnny adalah pembentukan koperasi anggota sebagai wadah penguatan ekonomi internal organisasi.
Menurutnya, koperasi dapat menjadi ruang produktif bagi anggota dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pelaku UMKM, pekerja teknis, hingga pengusaha muda.
“Bayangkan kalau organisasi memiliki koperasi yang bisa dimanfaatkan seluruh anggota sampai tingkat ranting. Anggota dengan berbagai profesi bisa berkembang bersama. Ini akan menjadi kekuatan besar bagi organisasi,” katanya.
Ia menambahkan, melalui koperasi, anggota tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki akses terhadap penguatan ekonomi yang berkelanjutan.
Di akhir keterangannya, Prof. Johnny mengajak seluruh pengurus dan kader untuk memperkuat sinergi internal, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta menyusun program yang relevan dengan kebutuhan nyata anggota.
“Organisasi harus menjadi rumah yang benar-benar memberdayakan anggotanya. Kalau ekonomi anggotanya kuat, maka organisasi juga akan semakin kuat,” pungkasnya.
(Ros)











