Metropolitanin8.com – Jakarta – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun menegaskan bahwa ajang Pattimura International Big Fight 2026 tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial tanpa dampak berkelanjutan bagi dunia olahraga, khususnya pembinaan atlet tinju asal Maluku.
Pernyataan tersebut disampaikan Benhur usai menghadiri bincang olahraga di TVRI Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).
Menurut Benhur, gagasan besar di balik penyelenggaraan event tinju internasional tersebut merupakan ide bernilai tinggi dan penuh tantangan sehingga perlu mendapatkan dukungan nyata dari pemerintah, sponsor, serta masyarakat luas.
“Saya berharap ini bukan ceremonial kosmetika; habis seremoni, kosmetiknya dihapus. Harus ada keberlanjutan, harus ada sebuah rencana tindak lanjut yang dilakukan,” ujar Benhur kepada awak media.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan Pattimura International Big Fight 2026 yang digagas secara mandiri oleh Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) bersama promotor Niko KiliKily tanpa bergantung pada program pemerintah.
Menurutnya, inisiatif independen tersebut justru menjadi tamparan sekaligus pengingat bagi pemerintah agar lebih serius melihat potensi industri olahraga tinju nasional.
“Ini prakarsa sendiri, dan teman-teman ini patut kita dukung. Justru ini yang menjadi tamparan bagi pemerintah kalau pemerintah tidak mempersiapkan ini,” katanya.
Benhur menilai dunia olahraga, khususnya tinju profesional, membutuhkan perhatian serius mulai dari pembinaan usia muda, fasilitas latihan, hingga jaminan kesejahteraan atlet.
“Ide orang itu mahal, apalagi positif untuk pembangunan dunia olahraga di bidang tinju. Maka bukan saja beri dukungan secara moril, tapi juga harus mengupayakan dukungan materi untuk bisa menyukseskan kegiatan ini,” sambungnya.
Ajang Pattimura International Big Fight 2026 diketahui akan memperebutkan sabuk juara Gubernur Maluku, Gubernur Maluku Utara, serta Ketua DPRD Maluku Utara.
Menanggapi dipilihnya Jakarta sebagai lokasi rangkaian peringatan Hari Pattimura ke-209, Benhur menegaskan bahwa sosok Kapitan Pattimura bukan hanya milik masyarakat Maluku, melainkan telah menjadi simbol perjuangan nasional.
“Pattimura ini orang Maluku, tapi dia sudah nasional. Jadi jangan kita berpikir Pattimura ini sebatas Maluku atau Ambon saja. Kita harus isi itu dengan membangun sportivitas, tapi juga karakter di bidang olahraga yang mendunia,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sponsor, organisasi olahraga, dan media massa dalam membangun ekosistem tinju profesional yang sehat dan berkelanjutan.
“Kita harus memikirkan bagaimana caranya untuk membangkitkan semangat ini. Menunjang fasilitas, pelaksanaan kegiatan, tapi juga mencari mitra untuk berkolaborasi dengan baik. Sehingga ketika terlibat di dalam aktivitas tinju profesional, mereka juga dihargai secara profesional,” jelasnya.
Benhur berharap momentum Pattimura Big Fight 2026 dapat menjadi titik awal kebangkitan olahraga tinju profesional di Indonesia, khususnya di Maluku yang selama ini dikenal memiliki banyak talenta petinju potensial.
Ia pun mengajak media massa untuk ikut berperan aktif mengampanyekan nilai positif olahraga tinju agar masyarakat semakin peduli terhadap pembinaan atlet nasional.
“Supaya event ini tidak terhenti di sini. Semangat Pattimura itu harus terus menggelora, sehingga setelah ini pemerintah juga tahu diri buat apa, dan DPRD juga tahu diri bikin apa untuk mendorong dunia tinju ini hidup kembali,” pungkasnya.
Komentar:
Pernyataan Ketua DPRD Maluku tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan event seremonial semata. Keberlanjutan program, dukungan anggaran, fasilitas latihan, hingga kesejahteraan atlet menjadi faktor penting agar dunia tinju Indonesia mampu berkembang dan bersaing di tingkat internasional. Pattimura International Big Fight 2026 dinilai dapat menjadi momentum kebangkitan olahraga tinju nasional apabila seluruh pihak mampu menjaga konsistensi pembinaan setelah event berlangsung.
Penulis: Rosmauli
Sumber: Humas Maluku Barat Daya Promotion











