Metropolitanin8.com – Banyumas – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, kembali menggelar pengajian rutin Ahad Manis pada Minggu (21/9/2025) di Ranting NU Desa Kalitapen. Tradisi pengajian ini merupakan agenda bulanan yang digilir di setiap ranting NU se-Kecamatan Purwojati.
Kegiatan di Desa Kalitapen berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pengurus MWC NU, antara lain Ketua MWC NU Purwojati H. Muhemin, S.Pd.I., M.Pd.I., Ketua Syuriyah KH. Qomarudin Sayyid, Sekretaris Ma’mun Murod, S.Pd.I., serta Bendahara Tulus Hidayat. Turut hadir tokoh masyarakat KH. M. Suharto Anursyah, A.Md, perwakilan Kantor Kemenag Cilacap, aparat Desa Kalitapen, hingga Kapolsek Purwojati.
Acara dibuka dengan lantunan mars NU dan Yalal Waton, sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. KH. Aid Mustaqim, S.Ag., M.Ag. menjadi penceramah inti yang menyampaikan pesan keteladanan Rasulullah bagi warga NU.
Dalam sambutannya, Ketua MWC NU Purwojati H. Muhemin menegaskan pentingnya warga NU terus belajar dan meneladani Rasulullah.
“Jadilah warga NU yang rajin mencari ilmu dunia dan akhirat agar tidak ketinggalan informasi. Warga NU harus menjadi teladan di lingkungan masing-masing, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW,” ujar H. Muhemin.
Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan penghargaan berupa surat keterangan kepada para perintis NU Purwojati periode 1966–1970, di antaranya Kyai R.S. Mochammad Sjaichan (Kyai Mad Jehan), Kyai Muhlas, Kyai Mustaraji, Kyai Mad Irsyad, Kyai Kamali, dan Kyai H. Abdul Hasan.
Penghargaan tersebut diterima oleh KH. M. Suharto Anursyah, putra pertama Kyai Mad Jehan, yang dikenal sebagai tokoh pendidikan dan keagamaan di Purwojati.
“Kami bersyukur perjuangan para pendiri NU Purwojati kini mendapat penghargaan. Semoga semangat perjuangan beliau-beliau terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” tutur KH. Anursyah.
Pengajian Ahad Manis ini kembali menegaskan komitmen MWC NU Purwojati dalam menjaga tradisi keilmuan, mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus memberikan penghormatan kepada para pendiri NU yang telah meletakkan dasar perjuangan sejak lebih dari setengah abad lalu.
(Ros)















