Nostalgia Gokil! Alumni ’82 SD Strada Cengkareng Reuni di Solaria The Bale

Metropolitanin8.com – Jakarta| Tak bisa ditepikan, momen paling seru saat berkumpul dengan teman-teman adalah makan sambil ngobrol, tawa bersahutan, dan cerita lama yang kembali mengalir begitu saja. Itulah yang terjadi saat kelompok yang merupakan alumni ’82 SD Strada Cengkareng mengadakan Ngereuni Gokil di Solaria, The Bale Daan Mogot, pada Rabu (20/8/2025).

Pertemuan jadi ajang, tawa, dan kisah persahabatan lintas generasi.

Alumni Strada Cengkareng Angkatan ’82. Pertemuan Hangat Penuh Tawa

Alumni Strada Cengkareng Angkatan ’82. Pertemuan Hangat Penuh Tawa.

Hadir di meja panjang itu wajah-wajah penuh kenangan: ‘babeh’ Vitus dengan celetukan khasnya, Arif ‘Jack’ yang tak pernah kehilangan gaya, Pdt. Thio Lian Jin yang selalu hangat menyapa, Toni Tambunan dengan cerita-cerita kocaknya, Toni ‘Oklim’ Hermawan yang tetap jadi pusat perhatian, Felix yang setia mendengar dan menyelipkan komentar, hingga Cang Buang yang bikin suasana makin pecah.

Baca juga: Film Horor Dia Bukan Ibu: Di Balik Makna Senyuman Artika Sari Devi!

Tak ketinggalan, Mpok Welli yang enerjik, serta Mpok Nur yang tetap jadi perekat kebersamaan. Semua larut dalam canda, dan tentu saja hidangan Solaria yang jadi saksi kebahagiaan reuni ini.

Baca juga: Sutradara Joko Anwar Kembali ke Komedi Lewat Film Ghost in The Cell

Vitus: “Senang sekali bisa ketemu lagi, rasanya seperti balik ke masa kecil.”

Arif ‘Jack’: “Reuni ini jadi pengingat kalau persahabatan sejati tidak pernah pudar.”

Pdt. Thio Lian Jin: “Tuhan mempertemukan kita kembali, semoga kebersamaan ini selalu diberkati.”

Toni Tambunan: “Ketawa bareng teman lama, obat stress paling manjur.”

Toni ‘Oklim’ Hermawan: “Dulu kita main kelereng, sekarang duduk bareng di meja makan—tetap gokil!”

Felix: “Yang paling berharga bukan menunya, tapi cerita-cerita yang dibagikan.”

Cang Buang: “Reuni itu bukan cuma ketemu, tapi menghidupkan lagi kenangan yang pernah ada.”

‘Cox’ Mula: “Ngobrol sama teman lama itu bikin awet muda, serius!”

Mpok Welli: “Rasanya kayak pulang ke rumah sendiri, hangat dan penuh tawa.”

Mpok Nur: “Semoga reuni ini bukan yang terakhir, kita harus sering-sering kumpul.”

Sebuah pertemuan sederhana, namun bernilai mahal—karena bukan sekadar makan bersama, tapi merawat persahabatan lintas waktu.