Perkumpulan Minahasa Raya [PMR]Arah Gerak Organisasi Menuju Pengukuhan dan Kerja Nyata

Jakarta – Perkumpulan Minahasa Raya [PMR] memasuki tahun kedua pergerakan dengan menegaskan komitmen pada penguatan kelembagaan dan program kerja nyata. Setelah satu tahun berjalan, PMR bersiap memasuki tahap pengukuhan kepengurusan pusat dan pelantikan pengurus daerah.

 

HUT pertama PMR telah diperingati di kawasan Jakarta Pusat pada Senin, 25 Mei 2026.

 

1. Prioritas Terdekat: Pengukuhan dan Pelantikan

Fokus utama PMR saat ini adalah pengukuhan kepengurusan pusat. Struktur organisasi dan personel telah siap. Tim internal kini memfinalisasi waktu dan tempat pelaksanaan.

 

Setelah pengukuhan pusat, PMR akan melanjutkan dengan pelantikan pengurus daerah di wilayah-wilayah yang telah dipersiapkan. Penetapan jadwal pelantikan menunggu kepastian agenda pengukuhan pusat.

 

“Kami tidak perlu dikejar waktu. Yang penting langkahnya jelas, terukur, dan tidak kehilangan arah,” ujar *Brigjen Pol. Purn. Johan Sumampow*, Penasehat PMR.

 

2. Strategi Penguatan Organisasi

Pengembangan PMR dijalankan melalui dua jalur utama:

Mengajak figur-figur di Jakarta yang memiliki kapasitas, jejaring, dan kepedulian terhadap kemajuan masyarakat Minahasa untuk bergabung.

Membuka ruang bagi putra-putri Minahasa yang memiliki kesadaran dan kemauan untuk memperkuat PMR secara sukarela.

3. Visi: Mengangkat Kualitas SDM Minahasa

Visi utama PMR adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Minahasa agar mampu berkiprah lebih luas di tingkat nasional. Merujuk pada sejarah, masyarakat Minahasa pernah memegang peran strategis jauh sebelum masa perjuangan kemerdekaan. PMR hadir untuk menghidupkan kembali semangat, kapasitas, dan kontribusi itu.

 

“Kalau dulu mereka bisa, sekarang seharusnya lebih bisa. Kita bekerja dengan benar dan baik. Selebihnya, kita serahkan kepada Tuhan,” tegas Johan Sumampow.

 

4. Rekam Jejak dan Rencana Kerja

Sepanjang satu tahun proses administrasi, PMR telah aktif menggelar pertemuan internal dan deklarasi di Monumen Proklamasi, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa organisasi sudah bergerak meski status legalitas formal masih dalam proses.

 

Secara legalitas, pengesahan PMR ditargetkan rampung pada tahun 2026. Namun secara substansi dan kerja lapangan, PMR telah aktif sejak awal berdiri.

 

Pasca pengukuhan, PMR akan menjalankan program terstruktur di Jakarta dan daerah. Fokus program diarahkan pada peningkatan SDM melalui advokasi, pemberian saran, dan masukan konstruktif kepada pemerintah. PMR menegaskan posisinya sebagai organisasi kemasyarakatan yang mendorong kebijakan publik yang berpihak pada penguatan masyarakat Minahasa.

 

PMR mengajak seluruh masyarakat Minahasa, baik di perantauan maupun di tanah kelahiran, untuk mengawal dan berpartisipasi aktif dalam gerak organisasi ini. Kerja nyata adalah jawaban terbaik.ujar

Penasehat PMR

Brigjen Pol. Purn. Johan Sumampow.

 

Red