Promotor Nelson Nainggolan Optimistis Ancol Championship Jadi Panggung Lahirnya Bintang Combat Sport Indonesia

Jakarta โ€“ Metropolitanin8.com| Promotor tinju profesional Nelson Nainggolan menegaskan bahwa penyelenggaraan Ancol Championship 2026: The Ultimate Beachfront Championship Experience bukan hanya menghadirkan hiburan olahraga tarung, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan atlet Indonesia untuk melahirkan petarung berprestasi hingga level dunia.

Hal tersebut disampaikan Nelson saat diwawancarai awak media di sela penyelenggaraan Ancol Championship 2026 yang berlangsung di Resto Ombak, Pantai Carnaval Ancol, Jakarta Utara, Minggu (28/6/2026).

Nelson menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor, mitra, dan tamu undangan yang telah mendukung terselenggaranya ajang tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci berkembangnya industri olahraga tarung profesional di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para sponsor dan seluruh tamu yang telah hadir. Pada dasarnya kami selalu terbuka menjalin kerja sama dengan siapa saja untuk memajukan olahraga combat sport profesional di Indonesia,” ujar Nelson.

Ia mengungkapkan kerja sama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun ini. Bahkan, pihaknya berharap Ancol Championship dapat menjadi agenda rutin.

“Kami berharap kerja sama ini berjalan panjang sehingga bisa menghadirkan Ancol Championship Vol. 2, Vol. 3, dan seterusnya,” katanya.

Hal senada, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, bahkan mewacanakan agar kejuaraan tersebut dapat digelar secara berkala setiap bulan sebagai bagian dari pengembangan sport tourism dan industri olahraga nasional.

Baca juga:ย Iqbaal Ramadhan Tampil ‘Jamet’ di Film Operasi Pesta Copet, Jadi Komplotan Copet Konser di Pestapora

Dalam penyelenggaraan Ancol Championship, Nelson menjelaskan pihaknya menggunakan lisensi Interdisciplinary Combat Council (ICC) sebagai badan yang menaungi berbagai cabang olahraga tarung profesional.

“Kenapa kami menggunakan ICC? Karena dalam satu event bisa menaungi tinju, Indo-Striking, Muay Thai hingga Jiu-Jitsu. Ini jauh lebih efisien bagi promotor dibanding harus menggunakan beberapa badan berbeda,” jelasnya.

Ia menambahkan, kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari program pembinaan atlet yang telah berjalan secara berkelanjutan.

Setiap dua pekan, pihaknya menggelar pertandingan rutin bekerja sama dengan NEXT dan Vidio di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Program ini memang kami siapkan sebagai wadah pembibitan petarung Indonesia agar memiliki jam bertanding yang cukup sebelum tampil di level nasional maupun internasional,” ujarnya.

Nelson menegaskan dirinya tidak ingin tren olahraga tarung profesional hanya dipenuhi pertandingan yang mengandalkan popularitas atau hiburan semata tanpa menghasilkan prestasi.

“Dalam hype boxing yang sedang berkembang sekarang, jangan hanya membuat pertandingan yang ramai tetapi tanpa arah. Kami ingin menciptakan atlet berprestasi, bukan sekadar mengejar sensasi,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Nelson mengaku telah mengantarkan salah satu petinjunya, Asyar Hewas, meraih gelar WBA Asia. Selanjutnya, pada 16 Agustus mendatang pihaknya kembali menggelar ajang bersama Pemerintah Kota Tangerang sebagai bagian dari persiapan atlet menuju peringkat dunia.

“Mudah-mudahan tahun ini atau paling lambat tahun depan kita bisa kembali melahirkan sosok seperti Chris John. Semua event yang kami buat sudah terprogram dan terstruktur untuk mencetak juara dunia, bukan hanya sekadar euforia sesaat,” katanya.

Melalui Ancol Championship 2026, Nelson berharap olahraga combat sport Indonesia semakin berkembang, memiliki ekosistem profesional yang sehat, serta mampu melahirkan atlet-atlet yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

Peliput: Rosmauli Panggabean