13 Kecamatan, Satu Komando: Kepemimpinan Zaenal Febriyanto Jadi Harapan Baru

Metropolitanin8.com – Kota Tangerang – Pimpinan Redaksi metropolitanin8.com, Pandji Pamungkas, memandang terpilihnya Zaenal Febriyanto, SH sebagai Ketua BPPKB Banten DPC Kota Tangerang sebagai sebuah momentum strategis-bukan hanya bagi internal organisasi, tetapi juga bagi tata kelola kehidupan kemasyarakatan di wilayah perkotaan yang kompleks, padat, dan sarat dinamika sosial.

Kota Tangerang bukan ruang kosong. Ia adalah kota dengan mobilitas tinggi, heterogenitas sosial yang kuat, serta irisan kepentingan publik yang tidak sederhana. Dalam konteks itulah, kepemimpinan organisasi kemasyarakatan dituntut tidak sekadar hadir, tetapi mampu mengelola peran secara dewasa dan bertanggung jawab.

Bukan tanpa alasan. BPPKB Banten DPC Kota Tangerang membawahi 13 kecamatan, yakni Tangerang, Karawaci, Jatiuwung, Periuk, Neglasari, Benda, Batu Ceper, Cipondoh, Pinang, Karang Tengah, Ciledug, dan Larangan. Artinya, kepemimpinan di tingkat DPC bukanlah posisi simbolik, melainkan pusat komando yang menentukan arah, ritme, dan wajah organisasi di hampir seluruh penjuru Kota Tangerang.

“Mengelola organisasi yang menjangkau 13 kecamatan bukan perkara ringan. Ini bukan semata soal memperluas barisan, melainkan memastikan setiap barisan bergerak dengan tertib, seirama, dan bertanggung jawab,” ujar Pandji Pamungkas, Minggu (18/01/26).

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan di wilayah urban dituntut untuk tampil matang dalam sikap dan pendekatan. Reaktif dan impulsif bukan lagi pilihan, apalagi pendekatan instan yang berpotensi memicu kegaduhan sosial.

“Semakin besar wilayah kerja sebuah ormas, semakin tenang ia seharusnya bersikap. Kepemimpinan tidak diukur dari kerasnya suara, tetapi dari kejernihan arah dan konsistensi langkah,” katanya.

Pandji juga menyoroti kekompakan DPAC se-Kecamatan Kota Tangerang, yang dipimpin para Ketua DPAC bersama seluruh jajaran anggotanya, sebagai contoh konkret bagaimana struktur bawah dapat menjadi penopang stabilitas organisasi secara keseluruhan.

“DPAC yang solid itu ibarat fondasi bangunan. Tidak selalu terlihat mencolok, tetapi menentukan kokoh tidaknya keseluruhan struktur. Kekompakan para ketua dan anggota menunjukkan organisasi yang bekerja dengan disiplin, bukan dengan kebisingan,” tuturnya.

Lebih jauh, Pandji menegaskan bahwa dengan cakupan wilayah yang luas hingga 13 kecamatan, BPPKB Banten Kota Tangerang memiliki potensi besar untuk tampil sebagai mitra strategis pemerintah daerah—selama konsisten berada dalam koridor hukum, etika publik, serta berpijak pada kepentingan masyarakat luas.

“Ketika organisasi tertib, pemerintah lebih mudah bersinergi. Ketika sinergi terbangun, masyarakatlah yang paling merasakan manfaatnya. Ini bukan jargon, ini prinsip dasar tata kelola sosial,” ujarnya dengan nada reflektif.

Sebagai media, metropolitanin8.com menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi pers secara kritis, berimbang, dan konstruktif. Mengapresiasi peran positif organisasi kemasyarakatan, sekaligus tetap menjalankan fungsi pengingat ketika arah mulai menyimpang dari nilai hukum dan kepentingan publik.

“Organisasi yang besar tidak boleh berjalan tanpa kompas. Kepemimpinan Bang Zaenal Febriyanto, SH adalah titik awal untuk membuktikan bahwa komando yang luas bisa dikelola secara rapi, tertib, dan bermartabat,” pungkas Pandji Pamungkas.