Metropolitanin8.com – Jakarta Selatan – Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, menegaskan komitmen yayasan dalam memperkuat literasi mitigasi bencana bagi generasi muda melalui penyelenggaraan Disaster Management Competition (DMC) 2026 di Universitas Budi Luhur. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran praktis bagi pelajar untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, Jumat (13/02/26).
Julian menilai edukasi kebencanaan perlu menjadi bagian dari pembentukan karakter pelajar. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya berbasis teori, tetapi juga mencakup keterampilan praktis, kemampuan berpikir cepat, serta mental tangguh.
“Kami mendukung penuh kegiatan yang membangun kesadaran risiko dan kesiapsiagaan bencana. Pelajar perlu dibekali kemampuan bekerja sama dan bertindak tepat dalam kondisi darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan terus didorong menghadirkan program yang relevan dengan tantangan nyata di masyarakat, termasuk isu kebencanaan.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi proses pembelajaran. Kami berharap peserta membawa pulang pengalaman, disiplin, dan kepedulian sosial yang lebih kuat,” katanya.
Sebagai penyelenggara pendidikan, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti menempatkan penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan karakter pelajar sebagai prioritas.
“Dukungan terhadap DMC 2026 dinilai selaras dengan visi tersebut, yakni menanamkan budaya tangguh bencana sejak dini,” ujarnya.
Disaster Management Competition 2026 merupakan ajang terbuka tanpa biaya bagi pelajar SMA/SMK/sederajat di wilayah Jabodetabek, dengan fokus pada keterampilan kedaruratan dan perencanaan mitigasi bencana.
“Melalui kegiatan ini, kesadaran pelajar terhadap pentingnya manajemen risiko diharapkan semakin meningkat,” pungkasnya. (Red)











