Metropolitanin8.com – Kab. Tegal – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan pentingnya integrasi pengelolaan lereng Gunung Slamet secara lintas kabupaten sebagai langkah strategis memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi. Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan kerja (kunker) reses Komisi IV DPR RI di Kota Tegal, Senin (23/02/2026).
Kunjungan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, jajaran anggota Komisi IV, Direktur Jenderal Kementerian Kehutanan RI, Plt. Direktur Utama Perum Perhutani, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Ischak menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan tata kelola kehutanan dan sistem mitigasi bencana di Kabupaten Tegal.
“Kehadiran Komisi IV DPR RI menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat kebijakan kehutanan dan mitigasi bencana di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan tata kelola kawasan hulu menjadi kebutuhan mendesak, terutama pascabanjir bandang yang melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Guci dan berdampak pada infrastruktur serta aktivitas perekonomian masyarakat.
Ia menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kawasan lereng Gunung Slamet.
“Penanganan darurat dan normalisasi sungai sudah kami lakukan. Namun, membangun ketangguhan kawasan membutuhkan sinergi jangka panjang antara pemerintah daerah dan pusat,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Bupati menyoroti tiga poin utama. Pertama, integrasi pengelolaan lereng Gunung Slamet lintas kabupaten untuk mencegah tumpang tindih kebijakan. Kedua, dukungan terhadap usulan pembentukan taman nasional guna menjaga fungsi ekologis dan mencegah alih fungsi lahan. Ketiga, penguatan sistem peringatan dini berbasis teknologi yang disertai penataan ulang kawasan wisata dengan prioritas keselamatan pengunjung.
“Kami mendukung pembentukan taman nasional sebagai langkah strategis menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperkuat mitigasi bencana di wilayah penyangga seperti Guci,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi menyampaikan keprihatinan atas musibah yang terjadi di Guci dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Kami turut prihatin atas musibah di Guci. Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk merumuskan strategi penanganan, rehabilitasi, dan penguatan mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalisasi,” ujarnya.
Selain pembahasan kebijakan strategis, forum juga menyoroti aspek teknis pengelolaan kawasan bersama Perhutani dan BKSDA. Beberapa catatan penting meliputi pengelolaan Pancuran Tiga Belas, tata kelola sumber mata air panas, serta rencana reboisasi kawasan Guci.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Tegal akan menawarkan skema kerja sama dengan BKSDA dalam pengelolaan air, tetap memenuhi kewajiban PNBP, serta melibatkan PDAM sebagai operator guna memastikan tata kelola yang lebih tertata dan berpihak pada masyarakat.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, percepatan penyambungan air panas di kawasan wisata Guci juga menjadi prioritas untuk mendukung pelaku usaha dan investor. Untuk sementara, akses masuk kawasan wisata Guci masih digratiskan.
Melalui kunjungan kerja ini, Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya memperkuat sinergi lintas sektor demi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ketangguhan daerah terhadap risiko bencana. (Met)











