Kapolres Tegal Buka Lomba Esport Antar Pelajar, 128 Tim Ramaikan Piala Kapolres

Metropolitanin8.com – Tegal – Kapolres Tegal Bayu Prasatyo resmi membuka Lomba Esport Piala Kapolres Tegal di GOR Indoor Trisnaja Slawi, Minggu (1/3/2026) pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini digelar sebagai upaya mendorong potensi generasi muda sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Pembukaan turnamen dihadiri Wakapolres Tegal M. Iskandarsyah, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, pejabat Disporapar, Plt. Kepala Dikbud, jajaran pejabat utama Polres Tegal, para Kapolsek, Ketua KONI Kabupaten Tegal, Ketua ESI Kabupaten Tegal, panitia, serta 128 tim pelajar dari seluruh wilayah Kabupaten Tegal.

Ketua Esports Indonesia Kabupaten Tegal (ESI) Zaenal Mutaqin menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Kapolres Tegal terhadap perkembangan esport di daerah.

“Kami berterima kasih atas dukungan Kapolres dan jajaran. Turnamen ini menjadi wadah pembinaan atlet muda serta mempererat silaturahmi antar pelajar,” ujarnya dalam sambutan.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menegaskan bahwa esport saat ini telah menjadi cabang olahraga prestasi yang membutuhkan strategi, konsentrasi, kerja sama tim, dan sportivitas tinggi.

“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah menyalurkan bakat generasi muda ke arah positif, membangun kreativitas, serta mempererat persaudaraan. Saya berharap kegiatan ini melahirkan atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tegal di tingkat regional maupun nasional,” kata Kapolres.

Turnamen tahun ini mempertandingkan dua nomor populer, yakni Mobile Legends: Bang Bang dengan 64 tim (320 peserta) dan Free Fire sebanyak 64 tim (256 peserta).

“Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi potensi kenakalan remaja selama bulan Ramadan dengan mengarahkan pelajar pada aktivitas yang positif dan edukatif,” imbuhnya.

Dalam sesi sosialisasi, jajaran Polres Tegal mengimbau peserta menjauhi narkoba, tidak menyalakan petasan, menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan konflik, serta menjunjung tinggi sportivitas.

“Tradisi membangunkan sahur juga diharapkan dilakukan secara tertib di lingkungan tempat ibadah guna menjaga ketertiban umum,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta maupun pendukung yang hadir.

(met)