Aksi Heroik Taruna Akpol Selamatkan Bocah Hanyut di Sungai Aceh Tamiang, Mabes Polri Beri Apresiasi

Metropolitanin8.com – Aceh Tamiang – Aksi heroik kembali ditunjukkan insan Bhayangkara. Seorang Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) bersama warga berhasil menyelamatkan seorang bocah bernama Haikal yang hanyut terbawa arus sungai di kawasan bawah Jembatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (30/1/2026) sore.

Peristiwa tersebut bermula ketika korban berusaha mengambil handphone dan sandal miliknya yang terjatuh ke sungai. Namun derasnya arus air membuat Haikal kehilangan keseimbangan hingga terseret arus dan mengalami kesulitan bernapas akibat menelan lumpur.

Taruna Akpol yang kebetulan berada di lokasi kejadian bersama warga sekitar dengan sigap langsung melakukan penyelamatan darurat. Korban berhasil dievakuasi ke daratan dalam kondisi lemas dan hampir tidak sadarkan diri.

Melihat kondisi korban yang kritis, Taruna Akpol tersebut segera melakukan pertolongan pertama berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP) sesuai prosedur penanganan kegawatdaruratan. Berkat tindakan cepat dan tepat tersebut, korban perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda kesadaran.

Selanjutnya, Haikal dibawa ke Posko Polri untuk mendapatkan penanganan medis awal oleh tim Biddokkes Polda Aceh, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan lanjutan dan memastikan kondisi kesehatannya stabil.

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memberikan apresiasi tinggi atas aksi cepat dan humanis yang dilakukan Taruna Akpol tersebut. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa tindakan itu merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Tindakan cepat dan tepat yang dilakukan Taruna Akpol dalam menyelamatkan seorang anak yang hanyut di sungai Aceh Tamiang merupakan cerminan nyata nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya Polri. Ini menunjukkan bahwa sejak masa pendidikan, Taruna Polri telah dibekali kepekaan sosial, keberanian, serta kesiapsiagaan dalam melindungi dan menyelamatkan masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho dalam keterangannya dari Mabes Polri, Senin (02/02/2026).

Ia menegaskan bahwa Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk menjaga keselamatan masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk kondisi darurat.

“Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Setiap nyawa adalah tanggung jawab kita bersama. Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

Menurut Mabes Polri, keberanian dan kepekaan sosial yang ditunjukkan Taruna Akpol tersebut merupakan hasil dari pola pendidikan dan pembinaan Polri yang menanamkan nilai disiplin, empati, serta kesiapsiagaan sejak dini.

Aksi ini sekaligus menjadi bukti bahwa peserta didik di lingkungan Polri tidak hanya ditempa secara akademis dan fisik, tetapi juga dibentuk karakter kemanusiaannya agar mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Peristiwa penyelamatan tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar yang menyaksikan langsung kejadian. Warga menilai tindakan Taruna Akpol itu sebagai bentuk kepedulian tulus dan respons cepat yang sangat membantu di saat kondisi darurat.

Mabes Polri juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya di sekitar aliran sungai, terutama saat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, serta tidak ragu meminta bantuan kepada aparat apabila terjadi keadaan darurat.

Dengan adanya peristiwa ini, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sesuai amanat Undang-Undang dan nilai luhur Kepolisian Negara Republik Indonesia. (Red)