Elton Hotman Klarifikasi Polemik Perayaan Imlek di Klenteng Thai Seng Hut Co

Metropolitanin8.com – Binjai – Ketua Pengurus Klenteng Thai Seng Hut Co, Elton Hotman, memberikan klarifikasi terkait polemik perayaan Imlek 2026 yang sempat viral dan memicu protes sejumlah warga di Jalan Rambutan No. 2, Kelurahan Bandar Sinembah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Kamis (26/2/2026).

Polemik mencuat setelah kegiatan sembahyang bersama dan open house di klenteng tersebut disebut menimbulkan kebisingan akibat penggunaan kembang api dan hiburan musik yang diduga berlangsung hingga larut malam.

Elton Hotman menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang digelar secara internal.

“Kegiatan dilakukan sekitar pukul 22.30 WIB setelah waktu tarawih dan hanya berlangsung kurang lebih 20 menit untuk makan bersama serta menyalakan petasan sebagai bagian dari tradisi. Tidak ada hiburan DJ hingga subuh seperti yang diberitakan,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Ia juga menyampaikan bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan, pihak pengurus telah berkoordinasi dengan unsur masyarakat setempat.

“Sudah ada komunikasi dengan pihak Polmas dan salah satu tokoh masyarakat di lingkungan sekitar,” katanya.

Elton membantah adanya praktik yang dituduhkan dalam sejumlah pemberitaan yang beredar di media sosial, termasuk isu kegiatan di luar konteks perayaan keagamaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 23.00 WIB sejumlah warga mendatangi lokasi klenteng untuk menyampaikan keberatan terkait kebisingan. Situasi sempat memanas, namun tidak berlangsung lama.

Dua warga sekitar yang ditemui awak media menyatakan bahwa persoalan utama adalah kebisingan yang dianggap mengganggu kenyamanan malam hari.

“Kami hanya berharap ada komunikasi yang lebih baik agar tidak mengganggu warga sekitar,” ujar salah seorang warga.

Sementara itu, beredar pula narasi di media sosial yang dinilai sebagian pihak memperkeruh suasana. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah kelurahan maupun aparat keamanan terkait hasil mediasi atau tindak lanjut atas peristiwa tersebut.

Elton berharap polemik ini dapat diselesaikan secara musyawarah dan tidak berkembang menjadi isu yang lebih luas.

“Kami berharap ke depan ada komunikasi yang lebih baik agar tidak terjadi kesalahpahaman. Tempat ibadah ini sudah berdiri sekitar lima tahun dan selama ini berjalan baik,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah setempat dapat memfasilitasi dialog antara pengurus klenteng dan warga untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Binjai.

Catatan Redaksi:

Media ini menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang berkepentingan guna menjaga keberimbangan informasi. (Rizky/Tim)