Karya terakhir mendiang Gary Iskak menjadi penghormatan penuh makna

Metropolitanin8.com – Jakarta – Suasana haru menyelimuti rangkaian Road to Gala Premiere dan Special Screening film horor “Lastri: Arwah Kembang Desa” yang digelar di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Film produksi Abelle Pictures tersebut menjadi karya terakhir mendiang aktor Gary Iskak, sehingga pemutaran perdananya menghadirkan momen emosional bagi keluarga, para pemain, kru, dan tamu undangan.

Film yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 16 Juli 2026 ini sebelumnya telah melakukan rangkaian promosi melalui cinema visit dan special screening di sejumlah kota di Jawa Timur.

Momen paling mengharukan terjadi ketika istri mendiang Gary Iskak, Richa Novisha, bersama ibu kandung dan kedua anak almarhum naik ke atas panggung untuk mewakili Gary Iskak. Kehadiran keluarga disambut tepuk tangan panjang dari para tamu yang hadir.

Dengan mata berkaca-kaca, Richa mengaku film tersebut menjadi kenangan terakhir yang sangat berharga bagi keluarganya.

“Film ini menjadi kenangan yang sangat berarti bagi kami. Rasanya begitu berat sekaligus bangga melihat almarhum kembali hadir di layar lebar melalui karya terakhirnya,” ungkap Richa.

Sebagai bentuk penghormatan, produser Abelle Pictures menyerahkan karangan bunga kepada keluarga almarhum sebagai simbol apresiasi atas dedikasi dan totalitas Gary Iskak selama berkarya di dunia perfilman Indonesia.

Prosesi penghormatan tersebut membuat suasana gala premiere berubah menjadi penuh haru. Sejumlah pemain, kru produksi, hingga para tamu undangan tampak menitikkan air mata saat mengenang sosok Gary Iskak.

Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” merupakan film horor garapan sutradara Hendry Tivo yang mengangkat kisah urban legend tentang arwah seorang perempuan bernama Lastri (Hana Saraswati), mantan kembang desa yang meninggal secara tragis dan kembali meneror kampung halamannya.

Cerita bermula pada tahun 2025 ketika seorang wanita tua bernama Atmi mengalami serangkaian teror gaib. Teror tersebut ternyata berasal dari arwah Lastri yang semasa hidup merupakan istri Turenggo (Gary Iskak), seorang juragan tambang pasir.

Konflik bermula ketika Lastri difitnah mandul oleh Darman bersama Ratmi, selingkuhan suaminya, setelah lima tahun menikah tanpa dikaruniai anak. Fitnah, pengkhianatan, dan perlakuan kejam yang diterimanya berujung pada kematian tragis Lastri hingga arwahnya bergentayangan menuntut balas.

Selain dibintangi Hana Saraswati dan Gary Iskak, film ini juga diperkuat oleh Audy Bella, Rizal Djibran, Yama Carlos, Dodit Mulyanto, Debby Sahertian, DJoe Richard, Ingrid Wijanarko, serta Ratu Meta.

Gala premiere turut dihadiri sejumlah artis senior seperti Paramitha Rusady, Ozy Syahputra, Krisna Mukti, dan Oka Sugawa yang memberikan penghormatan serta apresiasi kepada mendiang Gary Iskak dan keluarganya.

Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” tidak hanya menyuguhkan kisah horor yang menegangkan, tetapi juga menjadi persembahan terakhir yang mengabadikan dedikasi Gary Iskak di dunia perfilman Indonesia. Penayangannya pada 16 Juli 2026 menjadi momen yang paling dinantikan para pecinta film Tanah Air.