Kick Off hingga Women iPad Forum, Rangkaian Harlah KOPRI ke-58 Satukan Perempuan Hebat

Metropolitanin8.com – Jakarta – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Korps PMII Putri (Kopri) ke-58 digelar dengan penuh khidmat dan semangat pemberdayaan perempuan di kantor Karir PB PMII, Selasa (25/11). Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kopri se-Jabodetabek dan menjadi momentum penting bagi konsolidasi gerakan perempuan muda PMII di tingkat nasional.

Acara tersebut sekaligus menjadi pembukaan jenjang kaderisasi nasional terakhir Kopri, yakni Sekolah Kader Kopri (SKK), yang tahun ini diikuti oleh 50 peserta. Mereka terdiri dari pengurus PMII perempuan dan perwakilan PKT dari berbagai wilayah. SKK menjadi tahap penguatan kapasitas strategis guna mencetak kader perempuan Kopri berkompetensi tinggi, kritis, berwawasan luas, dan siap memimpin.

Kick Off Mojokerto: Gerakan Ekologis, Gerakan Perempuan

Rangkaian Harlah ke-58 sejatinya telah dimulai sejak awal November melalui kegiatan Kick Off di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto. Acara ini turut dihadiri Gubernur Jawa Timur, pengasuh pesantren, dan Ketua Kopri Jawa Timur.

Salah satu agenda utama adalah penanaman pohon penyangga ekologis, bentuk kontribusi Kopri terhadap gerakan ekonomi hijau. Kegiatan ini didukung penuh oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan menjadi simbol komitmen Kopri dalam agenda keberlanjutan lingkungan.

Ketua Kopri PB PMII: Kader Perempuan Harus Jadi Motor Perubahan

Ketua Kopri PB PMII, Wulan Sari Aliyatus Sholikhah, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Harlah bukan hanya seremoni, tetapi tonggak penguatan kapasitas kader perempuan PMII di seluruh Indonesia.

“Kami sangat bersyukur rangkaian Harlah ke-58 dapat berjalan lancar dan penuh semangat. Ini bukan sekadar perayaan, tetapi komitmen nyata untuk memperkuat perempuan Indonesia agar mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Wulan.

Wulan menambahkan bahwa kaderisasi Kopri terus diarahkan untuk melahirkan perempuan yang mandiri dan memiliki cara pandang strategis.

“Melalui kaderisasi dan kegiatan pemberdayaan, kami ingin mencetak perempuan berkualitas yang mampu berdiri di kaki sendiri. Kami mengajak seluruh kader untuk berani berdinamika, berpolitik santun, dan tetap menjunjung tinggi nilai keislaman serta kebangsaan,” jelasnya.

Rangkaian Desember: Red Race, Rekornas, hingga Women iPad Forum

  • Memasuki Desember, Kopri akan menggelar serangkaian agenda strategis, antara lain:
  • Red Race dan Rekornas Kopri (4–7 Desember), diikuti Ketua dan Sekretaris Kopri tingkat provinsi se-Indonesia.
  • Women iPad Forum (10 Desember), yang menjadi puncak perayaan Harlah ke-58.

Women iPad Forum adalah konferensi perempuan berskala nasional yang menghadirkan berbagai narasumber profesional, akademisi, entrepreneur, serta alumni Kopri yang telah menorehkan prestasi. Forum ini bertujuan menguatkan kesadaran kolektif mengenai peran perempuan sebagai pilar pembangunan nasional.

Menyongsong Indonesia Emas 2045: Perempuan sebagai Pilar Kebangkitan

Tema Harlah Kopri ke-58 tahun ini dinilai sangat relevan dengan momentum Indonesia menyongsong bonus demografi dan menuju Indonesia Emas 2045. Perempuan dianggap sebagai kekuatan kokoh dalam pembangunan, terutama melalui kemandirian, intelektualitas, dan kapasitas kader Kopri yang terus ditingkatkan.

Kegiatan nasional ini diikuti perwakilan dari berbagai provinsi, antara lain:
DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi, Kalimantan, hingga Bengkulu.

Persiapan 2026: Penguatan Tata Kelola dan Ruang Besar bagi Kader Muda

Melalui musyawarah pimpinan nasional dan pembahasan produk hukum internal, Kopri PB PMII telah menyiapkan langkah-langkah strategis menyambut tahun 2026. Fokus pembahasan meliputi penguatan tata kelola organisasi dan perluasan ruang pemberdayaan kader perempuan muda, mahasiswa, hingga perempuan profesional di berbagai bidang.

Kopri menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai organisasi yang mampu menjawab tantangan zaman melalui kader perempuan yang tangguh, cerdas, dan memiliki daya tahan (resilience) tinggi.

(Rosmauli)