Komisi VI DPR RI Soroti Ketergantungan Impor Industri Pupuk Nasional

Metropolitanin8.com – Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VI, Zulfikar Hamonangan, menyoroti persoalan industri pupuk nasional yang dinilai masih menghadapi ketergantungan impor bahan baku serta persoalan distribusi pupuk kepada petani.

Menurutnya, dinamika geopolitik global berpotensi memengaruhi stabilitas harga pupuk dan berdampak pada sektor pertanian nasional. Ia menyinggung eskalasi konflik internasional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sebagai faktor eksternal yang patut diantisipasi.

“Ketergantungan pada impor bahan baku pupuk membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global,” ujar Zulfikar dalam keterangannya, Kamis (12/03/2026).

Ia mengungkapkan, persoalan tersebut telah berulang kali dibahas dalam rapat kerja bersama PT Pupuk Indonesia (Persero), namun hingga kini dinilai belum menghasilkan solusi yang efektif.

Selain ketergantungan impor, Zulfikar juga menyoroti persoalan manajemen rantai distribusi pupuk yang dinilai belum optimal. Kondisi tersebut, menurutnya, berpengaruh terhadap ketersediaan pupuk dan stabilitas harga di tingkat petani.

“Permasalahan yang muncul antara lain ketergantungan impor bahan baku pupuk dan manajemen distribusi yang belum efektif sehingga berdampak pada ketersediaan pupuk,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah bersama industri pupuk nasional perlu memperkuat produksi dalam negeri serta melakukan pembenahan tata kelola distribusi guna memperkecil ketergantungan terhadap impor.

“Penguatan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan impor harus menjadi prioritas. Kebijakan kedaulatan pangan merupakan bagian integral dari ketahanan nasional,” tegasnya.

(Redaksi)