Metropolitanin8.com – Kota Tangerang – Seorang lansia, Tri Waluyati (65), nyaris meregang nyawa setelah rumah yang ditempatinya ambruk saat ia tertidur, Jumat dini hari, 23 Januari 2026, pukul 03.30 WIB. Peristiwa itu terjadi di RT 02 RW 05, Kelurahan Alam Jaya, Kecamatan Jatiuwung.
Bagian ruang tamu dan kamar rumah roboh akibat hujan deras dan kondisi bangunan yang sudah lapuk. Balok dan genteng menimpa tubuh korban hingga menyebabkan memar di pelipis serta luka pada kaki kanan.
“Kaget sekali, tiba-tiba bunyi ‘kreeek’, lalu runtuh menimpa badan saya,” ujar Tri Waluyati.
Unsur tiga pilar kelurahan turun ke lokasi dan kejadian telah dilaporkan ke Baznas Kecamatan Jatiuwung. Namun fakta di lapangan menunjukkan korban merupakan warga kurang mampu yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni.
Kondisi tersebut menuai sorotan dari LBH Lawfirm M. Reza Fatommy. Ia menilai peristiwa ini mencerminkan lemahnya kehadiran negara dalam melindungi warga rentan.
“Ini bukan sekadar musibah alam. Ini kegagalan sistem. Kalau data warga miskin dan program rumah layak huni berjalan, kejadian seperti ini seharusnya bisa dicegah,” tegas Reza.
Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Wali Kota, Dinas Sosial, dan DPUPR, tidak boleh hanya muncul setelah kejadian.
“Negara jangan selalu datang setelah rumah roboh dan warga terluka. Lansia dan warga miskin seharusnya menjadi prioritas, bukan sekadar angka dalam laporan,” tambahnya.
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa kelalaian kebijakan dan lemahnya pengawasan dapat berujung pada ancaman nyata terhadap keselamatan warga miskin dan lansia. (Desran)











