Metropolitanin8.com – Lampung Selatan – Menjelang puncak rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan, Satlantas Polres Lampung Selatan mulai menerapkan rekayasa arus lalu lintas pada Jumat (14/11/2025) hingga Minggu (16/11/2025), berlaku sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai.
Rekayasa arus ini dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar pusat kegiatan, khususnya Lapangan Korpri dan Lapangan Basket Pemda Kalianda yang menjadi titik utama perayaan.
Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, Iptu I Made Agus Dwi Dayana, mengatakan bahwa langkah ini merupakan upaya preventif untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat selama rangkaian HUT.
“Kami mohon maaf apabila rekayasa ini menimbulkan ketidaknyamanan. Tindakan ini penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mendukung seluruh agenda HUT Lampung Selatan,” ujar Iptu Made Agus.
Ia mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu sementara serta mengikuti arahan petugas yang berjaga di titik-titik pengalihan arus.
Jalur Alternatif yang Disarankan
Berdasarkan rekayasa arus yang diberlakukan Satlantas Polres Lampung Selatan, berikut jalur alternatif sesuai peta resmi:
1. Arah Bandar Lampung → Kota Kalianda
Dialihkan melalui:
• Simpang Polsek Kalianda → Jalan Anggrek → Jalan Sinar Laut → Kota Kalianda
2. Arah Bakauheni → Kota Kalianda
Dialihkan melalui:
• Tugu Raden Intan / Simpang Fajar → Jalan Raden Intan → Simpang Pengayoman → Kota Kalianda
3. Dari dalam Kota Kalianda → Bandar Lampung
Disarankan melalui:
• Jalan Sinar Laut → Jalan Anggrek → Simpang Polsek Kalianda → Jalan Lintas Sumatera
4. Kota Kalianda → Bakauheni
Dialihkan melalui:
• Simpang Pengayoman → Jalan Raden Intan → Tugu Raden Intan / Simpang Fajar → Jalan Lintas Sumatera
Pengaturan Buka–Tutup Jalan
Sejumlah ruas di sekitar Kantor Bupati, Lapangan Korpri, dan area pemerintahan akan diberlakukan sistem buka–tutup, kecuali untuk:
1. Ambulans menuju RS Siti Khodijah
2. Warga yang berdomisili dekat kawasan rumah sakit
Petugas juga telah dilengkapi panel arah, rambu sementara, dan pembatas jalur untuk memudahkan masyarakat mengikuti alur rekayasa.
Iptu Made Agus menegaskan bahwa keberhasilan rekayasa arus sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat.
“Kami meminta masyarakat untuk mematuhi arahan di lapangan, tidak parkir sembarangan, dan menggunakan kantong parkir resmi agar tidak terjadi kemacetan di pusat kota,” jelasnya.
Rekayasa arus ini akan terus dievaluasi setiap hari sesuai kondisi di lapangan.
(Hms / Nasuki)











