Tradisi Ruwat Laut, Bentuk Syukur Nelayan Desa Kelawi di Pantai Minang Rua

Metropolitanin8.com – Lampung Selatan – Ruwat Laut merupakan tradisi tahunan masyarakat nelayan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut serta memohon keselamatan dan keberkahan dalam mencari nafkah di laut. Tradisi ini juga memperkuat hubungan antara manusia dengan laut sebagai sumber mata pencaharian.

Ritual tahunan tersebut juga dilaksanakan masyarakat nelayan Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di Pantai Minang Rua, Rabu (24/9/2025).

Dalam prosesi Ruwat Laut, para nelayan membawa sesajen dan dua kepala kambing yang telah disembelih untuk kemudian dihanyutkan ke tengah laut. Rombongan berangkat menggunakan kapal nelayan, diiringi perahu-perahu nelayan lainnya, sambil memanjatkan doa bersama sebelum sesajen dan kepala kambing dilepaskan ke laut lepas.

Acara ini turut dihadiri Kepala Desa Kelawi Bahtiar Ibrahim, Sekretaris Jenderal HNSI DPC Lampung Selatan Yusroni Arlan, Sekcam Bakauheni, Ketua Kelompok Rukun Nelayan Desa Kelawi Yono Susanto, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala dusun se-Desa Kelawi, para RT, dan masyarakat nelayan.

Sekjen HNSI DPC Lampung Selatan, Yusroni Arlan, mengatakan tradisi Ruwat Laut bertujuan untuk memohon keselamatan dan rezeki yang melimpah bagi para nelayan.

“Sehari-hari para nelayan Desa Kelawi ada yang berangkat pagi pulang sore, ada juga yang berangkat sore pulang pagi, semua demi kesejahteraan keluarga. Harapan ke depan, Ruwat Laut bisa lebih meriah dengan dukungan dinas perikanan dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Rukun Nelayan Desa Kelawi, Yono Susanto, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.

“Semoga Desa Kelawi dijauhkan dari bencana, dilancarkan usahanya, dan diberikan rezeki yang berlimpah serta berkah. Ke depan, kita harapkan Ruwat Laut semakin kompak dan lebih meriah lagi,” ungkap Yono.

Acara ditutup dengan doa bersama dan makan bersama penuh kebersamaan, diiringi hiburan musik orgen tunggal.

(Nasuki)