Metropolitanin8.com – Sabu Raijua – Minggu, 13 Juli 2025, Dugaan kelalaian tenaga medis di Puskesmas Daieko, Desa Tanajawa, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, memicu duka mendalam bagi sepasang suami istri. Bayi dalam kandungan dinyatakan meninggal dunia usai sejumlah kejanggalan terjadi dalam proses penanganan medis.
Kejadian bermula pada Jumat pagi, 11 Juli 2025, sekitar pukul 09.00 WITA, saat Hermanus Lomi mengantar istrinya kontrol kehamilan.
Usai diperiksa, bidan menyebut telah terjadi kontraksi namun justru menyuruh pasien pulang untuk mengambil pakaian, sambil berpesan agar segera menghubungi jika kontraksi semakin kuat.
“Saya hubungi puskesmas sekitar pukul 10.00 karena istri sudah kesakitan terus-menerus. Kami sampai di PKM Daieko pukul 11.00,” terang Hermanus dalam unggahan Facebook yang viral.
Namun tragisnya, pemeriksaan lanjutan baru dilakukan pukul 18.00 WITA. Bidan menyatakan kondisi ibu sehat dan detak jantung janin masih ada, namun karena pembukaan belum lengkap, pemeriksaan dijadwalkan kembali pukul 19.00.
Selama menunggu, insiden mengejutkan terjadi. Pasien nyaris jatuh dari tempat tidur karena kasur miring. Hal ini disebabkan spon tempat tidur bergeser, membuat posisi tidak stabil. Keluarga yang mendampingi panik dan berteriak minta tolong. Meski bidan sempat datang, ia hanya membetulkan kasur tanpa menindaklanjuti lebih jauh.
Tak lama kemudian, kejadian serupa kembali terulang. Ibu hamil kaget dan meloncat dalam posisi jongkok, menyebabkan perutnya terbentur paha sendiri. Setelah itu, janin tak lagi menunjukkan pergerakan.
“Pukul 19.30 baru bidan periksa lagi, dan tidak ditemukan denyut jantung. Istri saya langsung dirujuk ke RSUD Menia, tapi bayi kami sudah tak bernyawa,” ungkap Hermanus dengan suara bergetar.
Ia menilai kelalaian dan minimnya fasilitas menjadi faktor utama tragedi ini. Tempat tidur pasien yang tidak layak menjadi sorotan.
“Kami harap kejadian ini jadi yang terakhir. Pemerintah harus bertindak!” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Puskesmas Daieko maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Sabu Raijua.
Penulis: Florianus Fendi
Sumber : Akun Facebook EL Barcelona














