Metropolitanin8.com – Kota Tangerang – Kapolsek Tangerang, Kompol Suyatno, S.H., M.H., mengimbau seluruh warga untuk waspada terhadap modus penipuan baru yang berkedok sebagai petugas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Modus ini menyasar warga dengan dalih verifikasi data KTP untuk keperluan sensus penduduk yang akan datang, Selasa (01/09/2026).
Berdasarkan informasi yang beredar, sekelompok orang berpakaian rapi berkeliling dari rumah ke rumah sambil membawa dokumen bertanda kop surat Kemendagri, laptop, mesin biometrik, dan daftar nama. Pelaku biasanya meminta izin untuk memfoto atau mengambil sidik jari warga dengan alasan “program tertentu” terkait sensus nasional.
“Mohon berhati-hati, saat ini ada oknum yang mengaku sebagai petugas Kemendagri dan meminta data pribadi serta sidik jari warga. Kami tegaskan bahwa tidak ada program sensus atau verifikasi KTP mendadak seperti itu dari pemerintah. Semua informasi dan permintaan tersebut adalah PALSU,” tegas Kompol Suyatno dalam imbauannya.
Polsek Tangerang menekankan bahwa pengambilan data kependudukan resmi oleh pemerintah tidak pernah dilakukan dengan cara mendatangi rumah warga secara tiba-tiba tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan RT/RW setempat, apalagi menggunakan alat biometrik portabel yang dibawa sendiri oleh oknum.
Langkah Antisipasi Warga:
1. Tolak Mentah-mentah: Jangan memberikan informasi apa pun, termasuk foto KTP atau sidik jari, kepada orang yang tidak dikenal meski mengaku sebagai petugas.
2. Verifikasi ke RT/RW: Setiap kegiatan pendataan resmi pasti diketahui oleh pengurus lingkungan. Jika ragu, segera konfirmasi kepada Ketua RT atau RW sebelum membuka pintu.
3. Lapor Segera: Jika menemukan mencurigakan, jangan dihadapi sendiri. Segera hubungi RT/RW atau lapor ke Polsek Tangerang terdekat.
4. Sebarkan Informasi: Teruskan peringatan ini kepada keluarga, tetangga, dan grup komunitas agar tidak ada lagi korban yang tertipu.
“Kamtibmas adalah tanggung jawab kita bersama. Mari saling mengingatkan dan tidak mudah terprovokasi. Keamanan lingkungan dimulai dari kewaspadaan setiap warga,” pungkas Kapolsek.
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang namun siaga. Integritas dan profesionalisme aparat kepolisian dalam melindungi warga menjadi prioritas, namun peran aktif masyarakat dalam mengenali modus penipuan adalah garis pertahanan pertama yang paling efektif.
(Red)
![]()










