Metropolitanin8.com – Jakarta – Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti kembali menunjukkan komitmen globalnya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menyelenggarakan SDGs’ Global Conference 2025 bertema “National Visions, Global Mission: Asta Cita in the Spirit of the SDGs” di Universitas Budi Luhur, Selasa (2/12/2025).
Konferensi ini menjadi wadah strategis bagi pemuda lintas negara untuk berkolaborasi, bertukar gagasan, dan memperkuat kontribusi nyata menuju pencapaian Agenda 2030.
Kegiatan ini tercatat sebagai salah satu forum pemuda berskala internasional terbesar yang pernah digelar oleh Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti. Sebanyak 45 mahasiswa asing dari 16 negara hadir, di antaranya dari Afghanistan, Kazakhstan, Mozambique, Tanzania, Ethiopia, Timor Leste, Kenya, Myanmar, Namibia, Papua New Guinea, India, Pakistan, Yaman, hingga Nigeria.
Selain peserta internasional, acara juga diikuti lebih dari 100 peserta dari 16 universitas dalam negeri serta 70 siswa dari 13 sekolah.
Rangkaian kegiatan dirancang untuk mendorong dialog lintas budaya, kreativitas pemuda, dan pemahaman terhadap tantangan global. Agenda utama meliputi:
- Dialog Aksi Berkelanjutan (Sustainable Action Dialogue)
- Diskusi Kelompok Terarah Youth Harmonious Future
- Kartu Damai & Harapan 2030 sebagai simbol aspirasi generasi muda
- Kompetisi SDGs Creative Campaign yang menguji kemampuan analisis dan kreativitas peserta
Melalui seluruh sesi tersebut, para pemuda dari berbagai negara berkesempatan merumuskan ide, inovasi, dan komitmen bersama terkait percepatan target SDGs, khususnya dalam kerangka Asta Cita nasional.
Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., hadir langsung memantau jalannya konferensi. Ia mengapresiasi antusiasme semua peserta, terutama mahasiswa asing yang turut memperkaya diskusi.
“Acara ini menunjukkan bahwa pemuda dari berbagai negara memiliki energi besar untuk membentuk masa depan yang berkelanjutan,” ujar Julian.
Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti akan terus membuka ruang dialog dan kolaborasi global. Kami percaya bahwa menghadirkan pemuda dalam percakapan internasional seperti ini adalah langkah penting untuk mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan dunia,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa SDGs’ Global Conference bukan hanya acara seremonial, tetapi ruang belajar bersama yang mempertemukan gagasan dan perspektif global secara langsung.
“Dengan menghadirkan peserta dari berbagai negara, konferensi ini memperkuat posisi Indonesia-khususnya institusi pendidikan-dalam mendorong kolaborasi internasional dan penguatan diplomasi pemuda,” harapnya.
Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti menegaskan akan terus mengembangkan program yang melibatkan peran aktif generasi muda, baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai bagian dari visi Make a Better World.
“Kegiatan berjalan lancar, berlangsung interaktif, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Melalui konferensi ini, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti berhasil menciptakan ruang yang mempertemukan pemuda dunia dalam satu tujuan: mendorong aksi nyata untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan,” tutupnya. (Red)











