BPS Kabupaten Tegal Dorong Desa Cantik Cinta Statistik, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Metropolitanin8.com – Tegal – BPS Kabupaten Tegal menggelar sosialisasi Bangun Budaya Melek Data bertema “Sinergi Literasi Statistik, Desa Cantik, dan Sensus Ekonomi 2026”, yang dibuka langsung oleh Ischak Maulana Rohman di Pendopo Amangkurat, Pemerintah Kabupaten Tegal, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPS Kabupaten Tegal Bambang Wahyu Ponco Aji, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, jajaran kepala OPD, camat, kepala desa, serta tamu undangan lainnya. Sosialisasi ini bertujuan mendorong pemanfaatan data sebagai dasar utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, baik di tingkat kabupaten maupun desa.

Dalam sambutannya, Bupati Tegal menegaskan bahwa data tidak boleh dipandang sekadar kumpulan angka, melainkan pijakan penting untuk melahirkan kebijakan yang tepat sasaran dan efektif. Menurutnya, pemahaman terhadap data tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah daerah, tetapi juga harus dimiliki oleh pemerintah desa.

“Pemerintah desa harus mampu memahami dan memanfaatkan data sebagai dasar pembangunan ke depan, agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa konsep Desa Cantik tidak hanya dimaknai dari sisi fisik, tetapi harus berkembang menjadi Desa Cinta Statistik. Hal tersebut dinilai penting agar setiap kebijakan pembangunan sejalan dengan fakta lapangan, khususnya terkait persoalan kemiskinan, pengangguran, serta integrasi dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSN).

Bupati Ischak mengungkapkan adanya fenomena unik di Kabupaten Tegal, di mana angka kemiskinan terus menurun, namun tingkat pengangguran terbuka justru cenderung meningkat. “Perlu diteliti apakah hal ini disebabkan oleh lulusan yang belum terserap optimal, atau karena banyak usaha online yang belum tercatat dalam sistem data,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bupati meminta dukungan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) melalui program Nakerjuda, guna mendorong investasi dan membuka lapangan kerja baru, sekaligus mengurangi kesenjangan kesempatan kerja antara perempuan dan laki-laki.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Tegal Bambang Wahyu Ponco Aji menjelaskan bahwa program literasi statistik ini bermula dari proyek percontohan di satu desa di Kecamatan Balapulang. Saat ini, program telah diperluas ke 10 desa di kecamatan tersebut, meski masih menghadapi keterbatasan anggaran.

“Tujuan utama kami adalah memperbaiki sistem pendataan di desa, sehingga setiap desa ke depan mampu mandiri dalam mengelola data sesuai kebutuhan pembangunan,” jelasnya.

BPS juga akan membina agen statistik di setiap desa dan memberikan pelatihan pendataan, mulai dari kondisi rumah, sanitasi, hingga akses pendidikan. Dengan sistem ini, data dari masyarakat dapat tersampaikan lebih cepat dan akurat kepada pemerintah daerah.

“Dengan data yang lengkap, bantuan dan program pembangunan dapat tepat sasaran. Kita bisa mengetahui siapa yang benar-benar membutuhkan, termasuk fasilitas umum yang perlu diperbaiki,” ungkap Bambang.

Selain itu, sosialisasi ini sekaligus menjadi upaya awal dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi Sensus Ekonomi 2026. BPS mengajak masyarakat agar bersikap terbuka dan responsif ketika petugas melakukan pendataan.

“Data sensus akan menjadi dasar kebijakan pembangunan daerah dan nasional. Pencacahan dimulai Mei 2026 untuk industri besar melalui sistem online, kemudian dilanjutkan Juni hingga Juli dengan pendataan langsung ke rumah-rumah, termasuk usaha berbasis online,” pungkasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa dipungut biaya, dengan manfaat yang sepenuhnya ditujukan bagi desa dan masyarakat. (met)