Metropolitanin8.com – Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan ucapan selamat Hari Rabu Abu sekaligus ajakan memasuki Masa Prapaskah 2026 bagi umat Katolik di wilayahnya, Rabu (18/2/2026). Momentum ini disebut sebagai masa rahmat untuk memperbarui iman dan menata kembali kehidupan dengan menempatkan Tuhan sebagai pusat perjalanan hidup.
Dalam pesannya kepada umat Katolik, Gubernur menegaskan bahwa Rabu Abu menandai awal perjalanan pertobatan yang mengajak umat untuk refleksi diri, memperdalam spiritualitas, serta memperkuat relasi dengan sesama.
“Hari ini kita memasuki Rabu Abu, awal dari Masa Prapaskah – masa rahmat yang mengajak kita bertobat, memperbarui iman, dan menata kembali hidup agar Tuhan sungguh menjadi pusat perjalanan kita,” ujarnya.
Ia mengaitkan makna Prapaskah dengan pesan Bapa Suci Paus Leo XIV mengenai pentingnya “mendengarkan dan berpuasa”. Menurutnya, puasa tidak hanya dimaknai sebagai pengendalian diri dari makanan, tetapi juga pengendalian sikap dan perkataan agar mencerminkan kasih.
“Puasa bukan sekadar menahan diri dari makanan, tetapi juga menahan kata-kata yang melukai, sikap yang menyakiti, dan tindakan yang menjauhkan kita dari kasih,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa Masa Prapaskah merupakan perjalanan bersama yang perlu diwujudkan melalui dialog, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di tengah keluarga maupun masyarakat. Dari Nusa Tenggara Timur – yang dikenal sebagai bumi Flobamorata – umat diajak menjadi pembawa harapan dan kedamaian.
Menurutnya, nilai pertobatan dan solidaritas harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya membangun peradaban kasih di daerah.
“Semoga Masa Prapaskah ini menumbuhkan kepekaan kita untuk lebih mendengarkan Tuhan dan sesama, memurnikan hati melalui puasa dan doa, serta memperkuat komitmen membangun peradaban kasih di tanah NTT tercinta,” pesannya.
Gubernur menutup pesannya dengan ucapan selamat Hari Rabu Abu dan doa agar perjalanan pertobatan umat Katolik membawa berkat dan kedamaian bagi seluruh masyarakat. (Florianus Fendi)











