Metropolitanin8.com – Lubuk Pakam – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Provinsi Sumatera Utara menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci utama keberhasilan koperasi dalam mendukung ekonomi kerakyatan. Hal tersebut disampaikan Ketua Dekopin Sumatera Utara, Zulkifli Utama, S.E., dalam kegiatan Diskusi Publik Tantangan dan Hambatan serta Strategi Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan Nasional Melalui Peningkatan Kapasitas Koperasi di Wilayah Sumatera Utara, Rabu (4/2).
Zulkifli menegaskan, Dekopin Sumut berkomitmen mendukung penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun koperasi konvensional yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Menurutnya, koperasi harus semakin eksis, hidup, dan mampu menjadi pilar penggerak ekonomi rakyat.
“Permasalahan koperasi saat ini terletak pada sejauh mana SDM pengelola koperasi memahami fungsi dan peran koperasi yang sesungguhnya. Padahal, sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, koperasi memiliki tiga perangkat organisasi utama, yakni Rapat Anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, Pengurus, dan Pengawas,” ujar Zulkifli.
Ia menegaskan, tanpa SDM yang berkualitas dan memahami tata kelola koperasi secara benar, koperasi sulit berkembang secara sehat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diskusi publik tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM para pengurus koperasi.
“Tanpa SDM yang baik, tidak mungkin koperasi berjalan dengan baik. Diskusi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi agar ke depan lebih profesional dan berdaya saing,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang, Dr. Hj. Miska Gewasari, M.M., Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Muda Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara, Juniari Siahaan, S.Kom., M.Si., serta para pengurus KDKMP dan koperasi konvensional se-Sumatera Utara.
Dalam kesempatan yang sama, Juniari Siahaan mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026, baru sekitar 6.100 KDKMP yang terbentuk di Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 20 persen yang telah memiliki gerai usaha aktif.
“Melalui diskusi ini, kami ingin menginventarisir berbagai permasalahan di lapangan. Koperasi akan berjalan baik jika pengurus, anggota, pengawas, dan pemerintah berjalan seiring. Semua pihak harus terlibat agar koperasi di Sumatera Utara dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai masukan dari peserta diskusi akan dihimpun, termasuk wacana penguatan peran KDKMP dalam kemitraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), baik bagi koperasi baru maupun koperasi konvensional yang telah siap secara aset dan manajemen.
Sementara itu, Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang, Dr. Hj. Miska Gewasari, M.M., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dekopin Sumut dalam menggagas diskusi publik tersebut. Menurutnya, forum ini penting untuk memetakan kondisi riil koperasi sekaligus merumuskan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan provinsi.
“Pertemuan ini diharapkan mampu memberikan gambaran kondisi koperasi saat ini dan menghasilkan rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemerintah daerah maupun provinsi. Mudah-mudahan posisi strategis Sumatera Utara dapat meningkatkan kualitas manajemen dan tata kelola koperasi,” ujarnya.
Miska menambahkan, koperasi saat ini menghadapi tantangan besar berupa perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta dinamika kebijakan. Tantangan tersebut menuntut koperasi untuk terus beradaptasi agar tetap relevan.
“Kita berharap koperasi benar-benar menjadi sokoguru perekonomian nasional. Koperasi harus tetap eksis, mampu mengikuti perkembangan zaman, meminimalisir sektor simpan pinjam, dan lebih mengutamakan penguatan sektor riil,” pungkasnya. (Rizky)











