Metropolitanin8.com – Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji empat Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Lantai II Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Prosesi yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 11.21 WIB tersebut dihadiri sekitar 100 orang. Pelantikan menjadi bagian dari proses penguatan organisasi dan kesinambungan kepemimpinan di lingkungan KPU RI dalam menghadapi berbagai agenda kepemiluan ke depan.
Ketua KPU RI Muhammad Afifuddin bersama jajaran anggota KPU RI turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula sejumlah pejabat dan tokoh dari lembaga negara, di antaranya Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono, serta perwakilan Kementerian Dalam Negeri, BPK RI, akademisi, dan jajaran sekretariat KPU daerah.
Empat pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut yakni:
- Drs. Suryadi, M.Si. sebagai Sekretaris Jenderal KPU RI;
- Kusmanto Riwu Djo Naga sebagai Deputi Administrasi KPU RI;
- Cahyo Ariawan sebagai Deputi Teknis KPU RI;
- Wida Nurfaida, S.T., M.T. sebagai Inspektur Utama KPU RI.
Pelantikan tersebut ditandai dengan pengambilan sumpah/janji jabatan sebagai bentuk komitmen para pejabat dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam sambutannya, Ketua KPU RI Muhammad Afifuddin menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia juga memberikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya atas pengabdian dan kontribusinya selama menjalankan tugas di lingkungan KPU RI.
Menurut Afifuddin, pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, keberlanjutan dan integritas lembaga harus tetap menjadi perhatian bersama.
“Setiap orang akan datang dan pergi, namun lembaga ini harus tetap kita jaga dan lindungi bersama,” ujar Afifuddin.
Ia menegaskan bahwa tidak ada manusia maupun lembaga yang sempurna. Karena itu, pengalaman masa lalu perlu dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan mempertahankan berbagai hal positif yang telah dicapai.
Afifuddin juga menekankan pentingnya kerja sama antara KPU dengan berbagai lembaga yang memiliki peran dalam penyelenggaraan demokrasi dan pemilu.
Menurutnya, KPU tidak dapat menjalankan seluruh tugas secara sendiri. Sinergi dengan DPR RI, Bawaslu, DKPP, pemerintah, serta jajaran KPU di daerah diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
“Kita harus bekerja sama dan berbagi peran untuk mengawal jalannya demokrasi dan Pemilu di Indonesia,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan jajaran KPU Provinsi maupun instansi terkait agar tidak terjebak dalam budaya saling menyalahkan ketika menghadapi persoalan.
Afifuddin mendorong seluruh jajaran untuk menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran dan membangun komunikasi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Jangan pernah saling menyalahkan. Mari kita belajar dari masa lalu untuk melangkah ke masa depan. Yakinlah, selalu ada jalan keluar jika kita terus bekerja sama,” katanya.
Pelantikan empat Pejabat Pimpinan Tinggi Madya tersebut menjadi momentum penting bagi KPU RI untuk memperkuat tata kelola organisasi, administrasi, teknis kepemiluan, serta fungsi pengawasan internal.
Dengan masuknya pejabat baru pada posisi strategis tersebut, KPU diharapkan semakin mampu membangun organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan penyelenggaraan pemilu yang demokratis.
Kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji berakhir sekitar pukul 11.21 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.
Penulis: Red
Editor: Pamungkas
Sumber: KPU RI
![]()












