http://Metropolitanin8.com – Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melanjutkan rencana pembangunan Jalan Mookervart Selatan sebagai langkah strategis mengatasi kemacetan, khususnya di kawasan Jalan Raya Daan Mogot. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan merealisasikan tata ruang Kota Tangerang secara menyeluruh.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas dinas yang digelar Kamis (19/06/2025), dan menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur tahun mendatang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Mookervart Selatan akan mendukung sistem jaringan transportasi yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Daerah Khusus Jakarta, serta mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama.
“Jalan ini merupakan bagian penting dalam jaringan jalan aglomerasi wilayah Jabodetabek, sekaligus mengatasi kemacetan yang selama ini kerap terjadi di Jalan Daan Mogot,” jelas Yeti.
Ia menyebutkan bahwa saat ini Pemkot tengah menyusun dokumen pendukung untuk keperluan koordinasi lanjutan dengan pemerintah pusat, khususnya dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PUPR, mengingat trase jalan berada di sepanjang garis sepadan sungai dan masuk ke dalam sistem jaringan jalan nasional.
“Target kami, setelah dokumen perencanaan rampung, pembangunan fisik Jalan Mookervart Selatan dapat dimulai secara bertahap pada tahun 2026,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan Jalan Mookervart Selatan, Pemkot Tangerang juga tengah mempersiapkan pengembangan Jalan Frontage Utara Tol Jakarta-Merak dan Jalan Akses Perimeter Utara menuju Kali Perancis. Seluruh jaringan jalan ini dirancang untuk membuka akses baru, mendukung pengembangan kawasan, serta menciptakan konektivitas yang efisien.
Yeti menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi, mempercepat mobilitas, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Kota Tangerang.
“Pembangunan infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk kemajuan kota dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.
(Red/KJK)













